Pemprov DKI Angkut 1,2 Ton Sampah Sisa Demo Tolak Omnibus Law 16 Oktober

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2020 03:30 WIB
Pasukan oranye atau Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) membersihkan sampah-sampah dan abu sisa bakar-bakaran demo di Jatibaru Tanah Abang, Jakarta.
Ilustrasi (Pasukan orangye bersihkan sampah/Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta melakukan pembersihan area usai aksi unjuk rasa tolak omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja di Jakarta. Total 1,2 ton sampah telah diangkut.

"Penanganan kebersihan pasca aksi penyampaian pendapat Jumat, 16 Oktober 2020. Total sampah 1,2 ton," ujar Kadis LH DKI Jakarta, Andono Warih dalam keterangan yang diterima detikcom, Jumat (16/10/2020).

Andono mengatakan dalam proses pembersihan itu, sekitar 200 personel dikerahkan. Serta beberapa truk sampah.

"Personel PJLP sebanyak 200 orang. Pickup lintas 8 unit. Road swepper (penyapu jalan otomatis) 6 unit. Truk sampah organik 6 unit. Truk sampai typer 6 unit," katanya.

Diketahui, demo tolak omnibus law terjadi di beberapa titik di DKI Jakarta pada Jumat (16/10) kemarin. Titik tersebut di antaranya di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat. Massa mulai berkumpul sekitar pukul 14.31 WIB. Sekitar pukul 17.05 WIB massa sudah membubarkan diri.

Demo juga berlangsung di flay over Kuningan, Jakarta Selatan. Massa mahasiswa membakar ban. Massa membawa spanduk bertulisan 'Mosi Tidak Percaya' dan satu mobil komando untuk berorasi.

"Kita lihat bagaimana yang namanya wakil rakyat menjadi pembunuh perlahan-lahan nyawa rakyatnya sendiri. Hari ini kita lihat aksi di mana-mana. Tapi dituduh ditunggangi," ujar orator.

(lir/lir)