Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ungkap Peredaran Narkoba, Sabu 432 Gram Disita

Herianto Batubara - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 21:50 WIB
Barang bukti 432 gram sabu yang disita oleh Polres Pelabuhan Tanjung Priok
Barang bukti 432 gram sabu yang disita oleh Polres Pelabuhan Tanjung Priok. (dok. Istimewa)
Jakarta -

Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu. Dari tersangka, polisi menyita barang bukti sabu seberat 432 gram.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Ahrie Sonta menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat soal adanya transaksi jual-beli narkotika di sekitar Terminal Bus Tanjung Priok. Sat Res Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok pun melakukan penyelidikan ke lokasi.

Dari lokasi, polisi mencurigai salah seorang pengendara motor terkait dengan transaksi barang haram tersebut. Gerak-geriknya pun diikuti hingga si pengendara motor masuk ke wilayah Pedongkelan, Cengkareng, Jakarta Barat, dan kemudian digeledah polisi.

"Setelah dilakukan penggeledahan badan dan pakaian, anggota kami berhasil menemukan satu paket plastik berisi kristal bening yang diduga sabu ada dalam kantong celana sebelah kiri," kata AKBP Ahrie kepada wartawan, Jumat (16/10/2020).

Pemotor ini diketahui bernama Desky Tri Kurniawan alias Bang Kie (BK). Dari keterangan DTK, dia menyebut rekannya, Santo (S), masih menyimpan lima paket yang diakuinya narkoba jenis sabu. Keberadaan S sendiri saat ini masih diburu dan masuk daftar pencarian orang (DPO) Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

"Kepemilikan sabu dari tersangka DTK yang kemudian disimpan oleh S adalah sabu yang ditimbang dan dibungkus secara bersama-sama dengan tersangka BK dan Santo dalam plastik dengan berat total 432 gram bruto," jelas AKBP Ahrie.

"Barang bukti yang didapat dari tersangka saat ini sedang dilakukan pengecekan uji laboratorium narkotika di Puslabfor Mabes Polri," sambungnya.

AKBP Ahrie menambahkan tersangka saat ini ditahan di Rutan Polres Pelabuhan Tanjung Priok untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana minimal 6 (enam) tahun kurungan penjara.

Selain itu, AKBP Ahrie mengingatkan jajarannya akan menindak tegas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

"Narkoba ini jelas-jelas merusak generasi bangsa, karena itu akan kami tindak tegas siapa pun yang terlibat," ujarnya.

(hri/aud)