MA Catat 12 Prajurit TNI Dipecat karena LGBT: dari Prada hingga Letkol

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 18:34 WIB
ilustrasi lgbt gay lesbian biseksual trangender waria
Foto: Ilustrasi LGBT (Andi Saputra/detikcom)
Jakarta -

Ketua Muda Mahkamah Agung (MA) bidang Militer Mayjen (Purn) Burhan Dahlan menyebut banyak anggota TNI yang mengalami penyimpangan orientasi seksual. Pengadilan militer menyatakan perilaku itu mengancam korps TNI yang berarti mengancam pertahanan negara.

Sepanjang 2020, belasan anggota TNI sudah dipecat karena terbukti LGBT. Bahkan, ada yang aktif menjadi anggota komunitas LGBT.

Berikut sebagian anggota TNI yang dipecat sebagaimana dilansir website MA, Jumat (16/10/2020):

1. Kapten Kes IC
Pada 8 Oktober 2020, Pengadilan Militer II-10 menyatakan Kapten IS bersalah melakukan tindak pidana ketidaktaatan yang sengaja yaitu melanggar Surat Telegram Panglima dan TNI tentang larangan homoseksual. Hukuman penjara 6 bulan dan dipecat dari militer.

Ketua majelis Letkol Chk Khamdan, anggota majelis Mayor Chk Victor Virganthara Taunay dan Mayor Chk Joko Trianto.

2. Kapten Inf IB
Polisi Militer menyelidiki Kapten IB karena terlibat LGBT. Namun sebelum disidangkan, ia menghilang sehingga Kapten IB diadili atas kasus disersi dan diadili secara in absentia.

Pada 26 Agustus 2020, Pengadila Militer II-09 memutuskan memecat Kapten IB karena disersi dan penjara selama 1 tahun.

Ketua majelis Kolonel Chk (K) Nanik Nurwani SH MH, dengan anggota Mayor Chk U Taryana dan Mayor Chk Hadiriyanto SH MH.

3. Pratu H
Pengadilan Militer II-09 Bandung memecat Pratu H karena melakukan tindak pidana seksual sesama jenis. Pada 20 Juli 2020, majelis hakim menyatakan terdakwa dengan sengaja dan terbuka melanggar kesusilaan. Memidana Terdakwa oleh karena itu dengan pidana pokok penjara selama 8 bulan dan 12 hari. Pidana Tambahan dipecat dari dinas Militer.

Vonis diketok oleh ketua majelis Letkol Chk Panjaitan HMT SH MH, dengan anggota Mayor Chk Sunti Sundari SH dan Mayor Chk Surya Saputra SH.

4. Serda Z
Polisi Militer menyelidiki Serda Z karena terlibat LGBT. Namun sebelum disidangkan, ia menghilang sehingga Serda Z diadili atas kasus disersi dan diadili secara in absentia.

Pada 4 Mei 2020, Pengadilan Militer III-19 Jayapura menyatakan Serda Z bersalah melakukan disersi dalam waku damai dengan hukuman 1 tahun penjara dan dipecat dari Militer.

Duduk sebagai ketua majelis Mayor Laut (KH) M Zainal Abidin SH dengan anggota Mayor Chk Dendi Sutiyoso Suryo Saputro SH dan Mayor Chk Tabah Prasetyo SH.

5. Praka E
Pengadilan Militer III-19 Jayapura menyatakan Praka E bersalah dengan sengaja dan terbuka melanggar kesusilaan. Praka E dijatuhi hukuman 5 bulan penjara dan dipecat dari militer.

Ketua majelis Mayor Chk Tabah Prasetyo dengan anggota Mayor Chk Dendi Sutiyoso Suryo Saputro dan Mayor Laut (KH) M Zainal Abidin SH. Majelis menyatakan Praka E sebagai laki-laki yang menyukai berhubungan dengan sesama jenis merupakan cerminan yang tidak memperdulikan aturan-aturan yang berlaku serta norma-norma yang berlaku di TNI maupun yang berlaku di masyarakat. Bahkan Pimpinan TNI telah mengeluarkan perintah tentang larangan keras terlibat hubungan asusila sesama jenis bagi prajurit TNI.

Simak video '20 Perkara LGBT di Lingkungan TNI, Berpangkat Letkol hingga Prada':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3