Viral Maling Disiram Minyak Goreng di Tangsel, Begini Kejadiannya

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 17:30 WIB
Ilustrasi Penganiayaan
Foto Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Tangerang Selatan -

Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria bertelanjang dada dan diikat viral di media sosial. Pria yang disebut-sebut maling motor itu diduga disiram minyak goreng panas hingga disundut rokok.

Disebutkan peristiwa itu terjadi di Ciputat, Tangerang Selatan. Kanit Reskrim Ciputat Iptu Hitler Napitupulu membenarkan adanya kejadian itu.

Hitler menyebut pria itu adalah maling yang kerap beraksi.

"Begini, itu kan maling masjid ya rencananya, dia maling laptop juga pernah. Tapi keburu ditangkap warga. Itu sudah 9 kali beraksi ya," kata Hitler dihubungi wartawan, Jumat (16/10/2020).

Hitler mengatakan maling tersebut beraksi dalam empat bulan terakhir. Pelaku kerap beroperasi di wilayah Ciputat, Ciledug, hingga Pamulang, Tangerang Selatan.

"(Maling) apa aja. Handphone juga diambil kok. Yang di jalan tukang Grab (ojek online) handphone-nya diambil," jelasnya.

Terkait warga yang melakukan persekusi kepada diduga maling tersebut, Hitler menolak berkomentar lebih jauh.

Menurutnya, polisi fokus pada tindak kejahatan yang pernah dilakukan oleh pelaku tersebut.

"Ya kalau gitu silakan tanya warga di sana saja. Kalau dari polisi cuma memproses yang pelaku karena sudah 9 kali beraksi," tukasnya.

Dalam video yang viral itu, pria tersebut terlihat duduk di tepian got. Sejumlah warga mengerumuninya.

"Panas nggak... panas nggak... panas nggak?" teriak seorang pria berkaus hitam kepada pelaku.

Pria yang berteriak itu terlihat menyiramkan cairan--diduga minyak goreng--ke tubuh pelaku, hingga pelaku meringis kesakitan. Seorang pria lainnya lalu memukuli kepala korban dengan sandal.

Tidak berhenti di situ, seorang pria lainnya kembali menyiramkan minyak goreng ke tubuh pria bercelana kuning itu. Seorang lainnya terlihat menyundutkan rokok ke pipi korban.

Tidak ada warga yang berupaya menghentikan aksi main hakim sendiri itu. Warga lainnya justru menonton.

(mei/fjp)