Pimpinan Ponpes di Jambi yang Diduga Cabuli Santriwati Jadi Tersangka

Ferdi Almunanda - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 12:10 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Ilustrasi pencabulan (Andhika Akbaryansyah/detikcom)
Jambi -

Pengusutan kasus dugaan pencabulan yang dilakukan pimpinan pondok pesantren (ponpes) di Tebo, Jambi, inisial KH mengalami kemajuan. KH telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Sudah ditetapkan tersangka, sekarang sudah ditahan," kata Kasat Reskrim Polres Tebo AKP Marhara Tua Siregar kepada detikcom, Jumat (16/10/2020).

Bukan hanya soal status KH, polisi juga menemukan fakta baru terkait kasus ini. Polisi menyebut ada penambahan jumlah korban yang diduga dicabuli KH.

"Sejauh ini, dari hasil interogasi kita, ada enam orang yang menjadi korbannya," ungkap Marhara.

Namun Marhara menyebut salah seorang di antara enam korban tidak melapor ke polisi, sehingga korbannya secara hukum hanya lima orang.

"Tambahan satu korban lagi itu lantaran mereka yang menjadi korban mengaku semua yang dicabuli ada enam orang. Hanya, satu orang korban tidak mau melaporkannya. Jadi secara hukum ada lima orang korbannya," terang Marhara.

Diberitakan sebelumnya, polisi menangkap salah seorang pimpinan ponpes di Tebo, Jambi, setelah dilaporkan santrinya atas dugaan pencabulan. Beragam modus dilakukan KH, salah satunya mengajak santrinya mengaji.

"Ada yang santri sedang sakit perut. Saya bantu dengan seolah-olah mengobatinya. Kemudian berlanjut dengan korban lain yang modus nya pura-pura mengajar ngaji di salah satu ruangan. Lalu ada juga, modus kesempatan santriwati yang meminjam uang. Tetapi semua korban yang saya ingat, tidak sampai berhubungan badan," kata KH saat dimintai keterangan oleh polisi di hadapan awak media, Kamis (15/10).

(zak/zak)