Round-Up

Seks Sesama Berujung Pecat bagi Tentara

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 05:02 WIB
pasangan gay
Foto: Ilustrasi. (Andhika Akbaryansyah/detikcom).
Jakarta -

Dua prajurit dipecat secara tidak hormat dari TNI karena melakukan seks sesama jenis. Fenomena orientasi seksual lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di lingkungan TNI rupanya banyak terjadi hingga membuat pimpinan geram.

Adalah Praka P yang dipecat dari instansi TNI karena melakukan hubungan seks sesama jenis, lelaki dengan lelaki. Pengadilan Militer II-10 Semarang juga memvonis Praka P dengan hukuman 1 tahun penjara karena ulahnya itu.

Berdasarkan informasi putusan Pengadilan Militer Semarang yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), P diketahui menjadi prajurit TNI pada 2008. Kelainan seksual P mulai muncul pada 2017.

Praka P berkenalan dengan sesama prajurit TNI, Pratu M, lewat Instagram dan keduanya bertemu di dunia nyata. P mengajak juniornya itu ke asrama dan melakukan hubungan homoseksual. Setelah hubungan itu, P ditugaskan ke Lebanon. Sepulangnya dari Lebanon, P kembali menghubungi Pratu M dan meminta bertemu.

Praka P dan Pratu M lalu menuju hotel di daerah Ungaran, Semarang, dan di kamar itu Praka P kembali melakukan sodomi kepada Pratu M. Hubungan itu dilakukan beberapa kali.

Perilaku menyimpang Praka P kemudian terendus pimpinannya. Setelah diperiksa, P akhirnya diadili atas perbuatan homokseksualnya itu. Dalam dakwaannya, Praka P didakwa melanggar Pasal 103 ayat 1 KUHP Militer, yaitu tidak menaati perintah dinas. Perintah dinas yang dimaksud adalah Surat Telegram Panglima TNI Nomor ST/1648/2019 tanggal 22 Oktober 2019 tentang Larangan terhadap Prajurit TNI dan PNS serta keluarganya untuk tidak melakukan hubungan sesama jenis.

"Menyatakan Terdakwa tersebut di atas terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana 'ketidaktaatan yang disengaja. Pidana pokok: penjara selama 1 (satu) tahun. Menetapkan selama Terdakwa berada dalam tahanan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Pidana Tambahan: Dipecat dari dinas Militer," demikian bunyi putusan yang diketuai Letkol Chk Eddy Susanto SH dengan anggota Mayor Chk JOkor Trianto SH MH dan Mayor Chk Victor Virganthara Taunay SH.

Bukan hanya Praka P saja yang dipecat dari TNI karena melakukan hubungan sejenis. Nasib yang sama juga dialami Pratu H. Pengadilan Militer II-09 Bandung memecat Pratu H karena melakukan hubungan seksual dengan sesama lelaki.

Pratu H menjadi prajurit TNI sejak 2013 melalui pendidikan Secata Gelombang II. Pada 2017, Pratu H mulai memakai media sosial dan berkenalan dengan teman-temannya. Dari media sosial itu, Pratu H mulai terbuka soal orientasi seksualnya.

Setelah itu, Pratu H berkenalan dengan sesama anggota TNI. Kemudian berlanjut di dunia nyata. Di asrama, mereka melakukan hubungan sesama jenis. Hubungan sesama jenis yang dilakukan Pratu H berulang.

Pada 2019, orientasi seksual Pratu H dicurigai pimpinan dan Pratu H kemudian ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pratu H disidik oleh Polisi Militer dalam perkara hubungan seksual sesama jenis (LGBT). Akhirnya Pratu H dilimpahkan ke pengadilan dan diadili di Pengadilan Militer Bandung.

Dalam dakwaannya, oditur (jaksa) militer mendakwa Pratu H melanggar perintah dinas, yaitu Surat Telegram KSAD No. ST/1313/2009 Tgl 4- 8-2009 dan Surat Telegram Panglima TNI No ST/398/2009 Tgl 23-7-2009 yang melarang prajurit TNI melaksanakan homo/lesbian dan ST tersebut bersifat perintah. Selain itu, Pratu H juga didakwa melanggar Pasal 281 KUHP tentang kesusilaan.

Setelah digelar sidang, oditur militer menuntut Pratu H agar dinyatakan dengan sengaja dan terbuka melanggar kesusilaan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 281 ke-1 KUHP dan meminta hakim menjatuhkan hukuman 1 tahun penjara dan dipecat dari militer.

"Menyatakan terdakwa dengan sengaja dan terbuka melanggar kesusilaan. Memidana Terdakwa oleh karena itu dengan pidana pokok: Penjara selama 8 (delapan) bulan dan 12 (dua belas) hari. Pidana Tambahan: dipecat dari dinas Militer," kata ketua majelis Letkol Chk Panjaitan HMT SH MH, dengan anggota Mayor Chk Sunti Sundari SH dan Mayor Chk Surya Saputra SH.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3