Kodam IV/Diponegoro Cek Ponsel-Medsos Prajurit Cegah Perilaku LGBT

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 14:36 WIB
ilustrasi LGBT, LGBT, Gay, sex, lesbian, transgender (Andhika-detikcom)
Ilustrasi LGBT. (Andhika/detikcom)
Semarang -

Pengadilan Militer II-10 Semarang memecat Praka P sebagai prajurit TNI karena terbukti melakukan hubungan seks sesama jenis. Sebagai antisipasi perilaku LGBT, Kodam IV/Diponegoro terus memeriksa ponsel hingga media sosial prajurit.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IV/Diponegoro Kolonel (Kav) Susanto mengatakan hal-hal yang harus dilakukan anggota dan juga yang dilarang selalu ditegaskan dalam apel pagi dan sosialisasi.

"Kita sudah selalu sampaikan di apel pagi, saat sosialisasi. Kalau masih ada, berarti melanggar," kata Susanto saat dihubungi detikcom, Kamis (15/10/2020).

Untuk mengantisipasi perilaku seperti Praka P, pengecekan ponsel anggota dilakukan. Termasuk memantau akun media sosial para prajurit.

"Upaya preventifnya ada cek ponsel anggota dan juga cek media sosial anggota. Kita selalu ingatkan," tegas Susanto.

Untuk diketahui, Pengadilan Militer II-10 Semarang memecat Praka P sebagai prajurit TNI karena terbukti melakukan hubungan seks sesama jenis dengan Pratu M. Selain Praka P dihukum 1 tahun penjara, ia juga dipecat dari dinas militer.

Hal itu tertuang dalam putusan Pengadilan Militer Semarang yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Rabu (14/10/2020).

Dalam dakwaannya, Praka P didakwa melanggar Pasal 103 ayat 1 KUHP Militer, yaitu tidak menaati perintah dinas. Perintah dinas yang dimaksud adalah Surat Telegram Panglima TNI Nomor ST/1648/2019 tanggal 22 Oktober 2019 tentang Larangan terhadap Prajurit TNI dan PNS serta keluarganya untuk tidak melakukan hubungan sesama jenis.

Telegram serupa juga dikeluarkan KSAD dengan Nomor ST/2694/2019 tanggal 5 September 2019 tentang penerapan hukum secara tegas, terukur, proporsional kepada oknum prajurit dan PNS TNI AD yang terlibat kasus hubungan sesama jenis.

Selain Praka P, seorang prajurit lainnya juga dipecat karena melakukan hubungan sejenis. Pengadilan Militer II-09 Bandung memecat Pratu H karena melakukan hubungan sejenis. Hal itu tertuang dalam putusan Pengadilan Militer II-09 Bandung yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Kamis (15/10/2020).

Dalam dakwaannya, oditur (jaksa) militer mendakwa Pratu H melanggar perintah dinas, yaitu Surat Telegram KSAD No. ST/1313/2009 Tgl 4- 8-2009 dan Surat Telegram Panglima TNI No ST/398/2009 Tgl 23-7-2009 yang melarang prajurit TNI melaksanakan homo/lesbian dan ST tersebut bersifat perintah. Selain itu, Pratu H juga didakwa melanggar Pasal 281 KUHP tentang kesusilaan.

Video '20 Perkara LGBT di Lingkungan TNI, Berpangkat Letkol hingga Prada':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/sip)