Jaksa Sebut Terdakwa Jiwasraya Main Kasino untuk Samarkan Uang Korupsi

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 23:27 WIB
Kasus Jiwasraya, Heru Hidayat Mulai Diperiksa Sebagai Tersangka
Foto: Wilda Hayatun Nufus/detikcom
Jakarta -

Ada berbagai cara yang dilakukan terdakwa Jiwasraya untuk menyamarkan uang hasil korupsi, salah satunya dengan bermain kasino. Hal itu terungkap dalam surat tuntutan jaksa penuntut umum.

Terdakwa itu adalah Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram), Heru Hidayat. Jaksa mengatakan Heru terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan menyamarkan asal usul uang yang dia korupsi dari hasil pengendalian saham PT Asuransi Jiwasraya, salah satunya bermain kasino dan membuat kapal pinisi.

"Terdakwa Heru Hidayat melakukan penempatan uang pada Bank BCA dengan no rekening Giro 0827798979, tanggal 09/06/2017 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa) sejumlah Rp 4.870.000.000. Tanggal 13/02/2018 untuk renovasi lantai 4 gedung di Pantai Indah Kapuk sejumlah Rp 2.500.000.000, dan Tanggal 09/04/2018 untuk membuat kapal pinisi di Bira Sulawesi Selatan sejumlah Rp 4.000.000.000," ungkap jaksa dalam surat tuntutan yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Kamis (15/10/2020).

Jaksa juga mengatakan Heru Hidayat beberapa kali bermain kasino hingga miliaran rupiah. Berikut rincian penempatan uang di kasino:

-Tanggal 24/03/2015 untuk membayar kasino MBS (Marina Bay Sands) sejumlah Rp 912.000.000

-Tanggal 18/06/2015 untuk membayar kasino MBS (Marina Bay Sands) sejumlah Rp 690.000.000

-Tanggal 14/12/2015 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa) sejumlah Rp900.000.000

-Tanggal 23/12/2015 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa) sejumlah Rp500.000.000

-Tanggal 22/01/2016 untuk membayar kasino MBS (Marina Bay Sands) dan RWS (Resort World Sentosa) sejumlah Rp 1.000.000.000

-Tanggal 17/03/2016 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa) sejumlah Rp500.000.000,

-Tanggal 29/04/2016 untuk membayar kasino MBS (Marina Bay Sands) sejumlah Rp500.000.000,

-Tanggal 16/05/2016 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa) sejumlah Rp500.000.000

-Tanggal 07/06/2016 untuk membayar kasino Sky City di New Zealand sejumlah Rp3.500.000.000

-Tanggal 08/06/2016 untuk membayar kasino Sky City di New Zealand sejumlah Rp1.500.000.000

-Tanggal 09/08/2016 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa) sejumlah Rp1.470.000.000

-Tanggal 06 September 2016 sebesar Rp2.200.000.000,00 untuk bayar kasino MGM di Macau.

-Tanggal 23 November 2016 sebesar Rp5.000.000.000,00 dalam 2 kali transfer @2.500.000.000,00 untuk keperluan bayar kasino MGM di Macau.

- Pada tanggal 19 Juli 2013 ke BCA sejumlah Rp 11.070.000.000,00 untuk membayar utang kasino di Macau oleh terdakwa Heru Hidayat

-Tanggal 22 Juli 2013 ke BCA No. Rekening 3863008979 sejumlah Rp10.044.549.000,00 untuk membayar hutang kasino di Macau oleh terdakwa Heru Hidayat.

Tak hanya menempatkan uang di kasino, Heru Hidayat juga membeli sejumlah kendaraan seperti mobil Ferrari, Landrover. Heru juga menyamarkan uang dengan cara membeli sejumlah apartemen dengan menggunakan nama anaknya atau orang lain, serta membeli sejumlah tanah.

Berikut salah satu daftar TPPU lainnya;

-1 (satu) unit Apartemen Casa de Parco type studio yang dibeli pada tahun 2014;

- 1 (satu) unit Apartemen Senopati Suite 2 unit lantai 6 type 3 Bedroom, perolehan tahun 2019.

-Terdakwa Heru Hidayat, pada tanggal 11 Oktober 2016 melakukan pembelian valas berupa Dolar Singapura sebesar SGD557,308 dengan kurs di angka Rp9.675, sehingga konversi dalam nilai rupiah menjadi Rp 5.334.000.000,00

-1 (satu) unit Mobil Toyota Vellfire 2.5G A/T

-. 1 (satu) unit Mobil Lexus RX 300 Luxury 4x2

- Membeli restoran di kawasan Jakarta

-Tanah dan bangunan di Bumi Serpong Damai (BSD) seharga Rp1.500.000.000,00 yang kemudian dijual kembali oleh Joko Hartono dengan nilai harga Rp 2.500.000.000,00

-Tanah dan bangunan di Alam Sutra seharga Rp1.300.000.000,00

Selain itu, Heru juga dituntut jaksa membayar uang pengganti sebesar Rp 10 triliun. Tuntutan uang ganti rugi ini memang lebih tinggi dari jumlah tuntutan Benny Tjokro karena Heru lebih banyak menikmati hasil uang korupsi.

"Terdakwa Benny Tjokrosaputro bersama Heru Hidayat sebagai konterpati transaksi dengan demikian terdakwa Benny bersama Heru Hidayat telah diperkaya sebesar Rp 12,157 triliun, untuk itu terdakwa Benny dan Heru harus dibebani uang pengganti Rp 6.078.500.000, sedangkan Heru Hidayat harus dibebani pengganti Rp 10.728.783.375 triliun," papar jaksa.

Dalam perkara TPPU ini, Heru diyakini jaksa melanggar Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

(zap/dwia)