4 WNI Ditangkap karena Masuk Singapura Secara Ilegal, Kemlu Beri Pendampingan

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 22:00 WIB
Ilustrasi Penjara, Sel, Lapas, Jeruji Besi
Ilustrasi Penjara. (Foto: Ilustrasi/Thinkstock)
Jakarta -

Kemlu melalui KBRI Singapura memberikan pendampingan kekonsuleran kepada empat Warga Negara Indonesia (WNI) yang didakwa masuk secara ilegal ke Singapura via laut. Upaya pendampingan dilakukan untuk memenuhi hak hukum para terdakwa.

"KBRI Singapura telah berkoordinasi lebih lanjut dengan Kepolisan Singapura, guna pendampingan kekonsuleran dan pemenuhan hak-hak hukum ke-empat WNI tersebut selanjutnya," kata kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemlu RI, Judha Nugraha, Kamis (15/10/2020).

Judha mengatakan penangkapan oleh Police Coast Guard Singapura terhadap empat WNI ini dilakukan pada Sabtu (10/10). Para WNI ini ditangkap lantaran mencoba masuk ke Singapura dengan cara melompat dari kapal dan berenang menuju area Tuas.

"Ke-4 WNI tersebut masuk ke Singapura dengan cara melompat dari kapal dan kemudian berenang menuju area Tuas di Singapura," ungkapnya.

Setelah ditangkap keempatnya menjalani proses pengadilan. Hasilnya mereka didakwa karena terbukti melakukan pelanggaran keimigrasian.

"Didakwa melakukan pelanggaran keimigrasian karena memasuki wilayah Singapura secara ilegal," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Empat pria yang berkewarganegaraan Indonesia (WNI) ditangkap otoritas Singapura setelah kedapatan masuk secara ilegal ke negara tersebut. Keempat WNI ini terekam kamera mencapai wilayah Singapura via lautan dengan perahu dan masuk tanpa mematuhi prosedur hukum yang berlaku.

Seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (13/10/2020), keempat pria WNI itu pertama kali terdeteksi berada di kawasan Tuas Reclaimed Land pada 9 Oktober sekitar pukul 20.30 waktu setempat. Polisi Penjaga Pantai Singapura memergoki mereka melalui sistem pengawasannya.

Dituturkan Kepolisian Singapura dalam pernyataannya bahwa keempat pria itu diamati melompat dari sebuah perahu tak bernomor ke dalam air di dekat Tuas Reclaimed Land sebelum berenang ke pantai.

Para personel Polisi Penjaga Pantai Singapura, Kepolisian Divisi Jurong, Kontigen Gurkha, Komando Operasi Khusus dan Unit Kendaraan Udara Tak Berawak dikerahkan oleh mencegat keempat pria itu.

Akhirnya, keempat pria itu ditangkap dalam waktu lima jam yakni pada Sabtu (10/10) setelah terdeteksi masuk secara ilegal ke wilayah Singapura. Setelah dinyatakan secara terdakwa, keempatnya terancam hukuman maksimum 6 bulan penjara dan hukuman minimum tiga cambukan.

(idn/idn)