Anak-anak Dieksploitasi untuk Ikut Demo, Polisi: Kita Kejar yang Ajak

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 19:58 WIB
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers di Mapolda Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7/2020) terkait kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo. Polda Metro Jaya menyatakan kematian Yodi Prabowo karena bunuh diri dengan cara menusukkan pisau ke perut dan leher. Hadir dalam keterangan pers tersebut antara lain Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya mengamankan 1.377 orang terkait demo UU Cipta Kerja pada awal pekan ini. Mayoritas adalah anak-anak pelajar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya akan menyelidiki pelaku yang mengajak anak-anak tersebut untuk ikut aksi.

"80 persen dari 1.377 ini adalah anak-anak kecil, anak SMP, anak SMA, anak-anak di bawah umur, ada bahkan anak SD 5 orang yang semuanya setelah kita mengambil keterangan, mereka bilang saya diundang, saya diajak melalui media sosial. Ini yang masih kita dalami semuanya," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/10/2020).

Yusri mengaku prihatin melihat banyaknya anak-anak yang ikut demo karena ajakan tidak jelas di media sosial. Dia memastikan pihak kepolisian akan mengejar para pelaku yang memanfaatkan anak-anak tersebut.

"Kasihan jangan mengeksploitasi anak anak-anak, kasihan. Ini yang harus kita kejar (pelaku) terus, anak-anak kecil dijadikan eksploitasi untuk melakukan kegiatan-kegiatan kerusuhan seperti ini. Ini hal yang tidak bagus," tuturnya.

Selain itu, Yusri mengimbau keluarga dan sekolah agar berperan aktif dalam melakukan pengawasan lebih ketat kepada anak dan peserta didik. Aparat kepolisian juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mengedukasi para anak-anak agar tidak lagi terlibat demo.

"Makanya kami mengharapkan adanya pengawasan, kami datangkan orang tuanya untuk bisa tahu dan mengawasi anaknya. Ini juga butuh pengawasan dari sekolah bahkan Dinas Pendidikan. Kami harapkan ada juga mereka mau turun untuk juga bisa mengedukasi para sekolah-sekolah yang ada, termasuk murid-muridnya yang melakukan kegiatan ini," pungkas Yusri.

(mea/mea)