NU Minta Pemerintah Tengok Korban SUTET

NU Minta Pemerintah Tengok Korban SUTET

- detikNews
Rabu, 18 Jan 2006 17:43 WIB
Jakarta - Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) meminta pemerintah untuk menengok korban Saluran Udara Umum Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Sebab, sudah 21 hari mereka melakukan aksi mogok makan dan dijahit mulutnya, namun lima korban SUTET ini belum mendapatkan perhatian pemerintah.Lima korban SUTET yang merupakan perwakilan dari beberapa tempat di Jawa Barat ini masih melakukan aksinya di bekas kantor PDI, Jalan Diponegoro 58. Kelimanya, yaitu Romli (39), Jajang (34), Tarman (50), Manisa dan Saodah (32) tidak pernah ditengok oleh satupun perwakilan pemerintah. Nihilnya perhatian kepada mereka membuat sejumlah kalangan pengurus PBNU prihatin. "Saya minta pemerintah untuk datang menyaksikan penderitaan mereka," ujar Ketua PBNU Andi Jamaro Dulung saat menjenguk korban SUTET di posko Selamatkan Rakyat Indonesia (SRI), Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/1/2006). Selain Andi, terlihat juga Ketua Syarikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) Ahmad Djunaedi, Ketua GP Ansor Umar Syah dan sejumlah pengurus PBNU lainnya. Mereka menyatakan keprihatinannya dan berempati kepada warga yang menjadi korban SUTET. Menurut Andi, seharusnya negara memperhatikan dampak dari pembangunan. Aksi yang dilakukan kelima warga merupakan puncak protes korban SUTET. "Negara harus merespon tuntutan ganti rugi warga," imbuhnya.Andi menambahkan, PBNU bukanlah partai sehingga tidak bisa memberikan tekanan politik. Namun, PBNU berencana bertemu dengan pemerintah untuk menyampaikan aspirasi korban SUTET. (zal/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads