Bendungan Tiga Dihaji Disebut Bakal Kuatkan Lumbung Pangan Sumsel

Nurcholis Maarif - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 15:51 WIB
Pemprov Sumsel
Foto: Pemprov Sumsel
Jakarta -

Gubernur Sumsel Herman Deru (HD) meyakini pembangunan bendungan Tiga Dihaji yang berada di Desa Sukabumi Kecamatan Tiga Dihaji, Kabupaten OKU Selatan, akan membawa manfaat besar bagi sektor pertanian di Sumsel. Sebab bendungan satu-satunya di Sumsel itu berfungsi sebagai bendungan multi purpose untuk mengaliri lahan irigasi baru seluas 25.423 hektare.

"Ini merupakan proyek strategis nasional. Tentu pembangunan ini kabar baik bagi pertanian kita. Sebab saat ini kita konsisten untuk meningkatkan produksi pertanian khususnya beras. Bendungan ini nantinya dapat menyuplai air secara konstan ke berbagai kabupaten yang terdapat lahan pertanian," kata HD dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2020).

Saat memonitoring dan meninjau pembangunan bendungan Tiga Dihaji beberapa waktu lalu, HD menuturkan pembangunan bendungan ini merupakan salah satu jawaban dari keluhan para petani terkait pengairan untuk lahan pertanian. Menurutnya, bendungan tersebut nantinya mampu menampung sedikitnya 105 juta meter kubik air.

"Ini jawaban atas keinginan para petani. Bendungan ini juga akan mengairi 15 ribu hektare lahan cetak sawah baru. Namun kita juga harus terus bersinergi, di mana upaya untuk meningkatkan hasil pertanian ini tidak boleh berhenti. Salah satunya soal pengendalian harga. Produksi harus tetap stabil sehingga harga jual tidak menurun," tuturnya.

"Kita komitmen untuk meningkatkan hasil pertanian dan menargetkan menjadi nomor satu sebagai daerah lumbung pangan. Semua pihak juga sepakat mengembalikan Sumsel menjadi daerah lumbung pangan nasional," sambungnya.

Lebih lanjut HD mengatakan proyek senilai Rp 3 triliun lebih itu juga harus memiliki manfaat besar bagi sektor lainnya. Mulai dari sektor perikanan, air baku PDAM, sumber energi listrik, hingga pariwisata.

"Tentu ini bisa jadi wisata baru di OKU Selatan. Kita juga akan mengusulkan akses jalan baru sejauh 7 km yang menghubungkan bendungan ini ke Danau Ranau. Sehingga tempat ini nantinya bisa menjadi kawasan wisata alternatif," bebernya.

Di sisi lain, HD berpesan kepada kontraktor untuk semaksimal mungkin melibatkan masyarakat di proyek tersebut. Sebab proyek ini membuka lapangan kerja dan harus melibatkan masyarakat setempat.

"Pembangunan ini juga membawa manfaat bagi masyarakat. Lapangan kerja terbuka dan saya harapkan terus libatkan masyarakat. Saya juga berharap pihak keamanan, pamong desa tetap menjaga keimanan para pekerja dan memperhatikan keselamatan kerja," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII Birendrajana mengatakan,= proyek bendungan tersebut masih dalam progres pengerjaan. Dia mengungkapkan apresiasinya kepada Herman Deru yang juga turut mendukung pembangunan ini.

"Tahun 2023 atau 2024 mudah-mudahan bisa selesai dan siap dimanfaatkan. Yang pasti masyarakat mendukung dibangunnya bendungan ini. Di tengah wabah COVID-19 ini, pak gubernur masih menyempatkan diri meninjau proyek ini. Tentu itu merupakan dukungan yang sangat berharga bagi kami," pungkasnya.

(akn/ega)