Kisah Perempuan di Bojonegoro Hilang 20 Tahun Akhirnya Pulang

Faruk Nickyrawi - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 11:07 WIB
Ilustrasi Orang Hilang
Ilustrasi orang hilang (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta -

Seorang perempuan di Bojonegoro, Jawa Timur, disebut hilang selama 20 tahun. Kini dia pulang tapi dalam kondisi yang disebut berbeda.

Keponakan perempuan tersebut, Dedik Priyanto, menceritakan perempuan itu meninggalkan rumah dengan alasan mencari kerja. Dalam akun Twitter-nya, @DedikPriyanto, Dedik menduga bibinya adalah korban perdagangan orang dan saat ini masih mengalami trauma.

"Apa yang kaupikirkan ketika salah satu keluargamu yang hilang 20 tahunan lalu akhirnya kembali? Malam ini aku ngalamin. Bibiku pulang setelah hilang lama. Pakai nama baru, KTP baru dari Lombok. Yang sedih: ia ngaku dijual orang. Bulekku korban human trafficking," tulis akun tersebut sebagaimana dikutip detikcom, Kamis (15/10/2020).

"Terima kasih, Gaes. Support/doa kalian berarti banget bagi keluarga besar kami. Bulekku saat ini masih belum bisa bicara banyak terkait human trafficking yg dialami. Tampaknya jg msh syok ketika pulang: dua ortu & suami wafat. Segalanya akan baik-baik saja," tulisnya sambung.

Saat dihubungi, Didik menyebut bibinya pergi meninggalkan anak dan suaminya untuk mencari kerja. "Dulu dia pergi kira-kira saat saya masih SMP dan meninggalkan anaknya yang baru berumur 1 tahun, juga suaminya," ungkap Dedik Priyanto saat dihubungi.

Lalu, keluarga terkejut ketika korban akhirnya pulang setelah 20 tahun hilang. Korban pulang dengan membawa satu lembar KTP beralamat Desa Pringgela Selatan, Kecamatan Pringgela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Dia bawa satu KTP dengan nama Yunia Lindawati, alamat Desa Pringgasela, Lombok Timur. Saya menelusuri NIK-nya di internet tidak ditemukan dengan nama tersebut. Makanya KTP itu sengaja dibuat-buat. Di tubuhnya juga ada banyak bekas luka dan bekas jahitan. Entah karena apa, kami keluarga tidak tahu," jelasnya.

Dedik mengatakan bibinya tersebut tidak banyak bercerita dan ada sedikit yang bisa dia ingat. Katanya, selama hilang, dia berpindah-pindah dari kota satu ke kota lainnya dan dibawa oleh orang yang tidak dikenal.

Berdasarkan KTP tersebut, Dedik menelusuri nama dalam KTP di media sosial. Sesuai nama dan foto yang tertera, bibinya itu pernah berada di Johor, Malaysia.

"Saya telusuri di Facebook sesuai nama di KTP, dia pernah berada di Malaysia tapi tidak lama," ujarnya.

Kini pihak keluarga tengah melakukan upaya pemulihan terhadap korban. Keluarga juga belum melaporkan kejadian ini kepada pihak yang berwenang.

(aik/aik)