Demokrat Bela SBY: Coba Bos Voxpol yang Difitnah!

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 10:42 WIB
Politikus Partai Demokrat
Herman Khaeron (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) seolah-olah menjadi korban atau playing victim ketika merasa dituduh jadi dalang demo rusuh. Partai Demokrat membela SBY.

"Siapa pun, jika difitnah, tentu harus membela diri. Karena, kalau dibiarkan, menjadi pembenaran," kata Kepala BPOKK Partai Demokrat Herman Khaeron kepada wartawan, Kamis (15/10/2020).

Herman mengatakan lumrah ketika SBY membela diri karena difitnah menjadi dalang demo rusuh. Herman yakin Pangi juga bakal membela diri jika difitnah.

"Sangat wajar pula jika Pak SBY pun membela diri ketika difitnah. Saya pun membela beliau karena para penyebar fitnah sudah terang-terangan. Anehnya, para pelontar fitnah seperti dilindungi negara," ucap Herman.

"Coba yang difitnah Bung Pangi Syarwi, pasti membela diri juga," tegasnya.

Sekali lagi Herman menilai seseorang pasti akan membela diri ketika difitnah. "Coba saja tanyakan kepada yang tidak suka, kenapa? Karena menurut kami, siapa pun pasti akan membela diri," imbuhnya.

Sebelumnya, pernyataan SBY yang merasa dituduh menjadi dalang demo rusuh penolakan omnibus law UU Cipta Kerja dinilai seolah-olah menjadi korban atau playing victim. SBY pun diminta tidak bersikap berlebihan menyikapinya.

"Repot juga saling tuduh-menuduh tanpa ada bukti yang kuat. SBY mungkin berasa saja atau senang memainkan peran playing victim. Nggak perlu terlalu reaksioner, apalagi mau memainkan peran seolah olah terzalimi, dan rakyat bakal berempati. Ini justru makin memperkeruh," kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago kepada wartawan, Rabu (14/10).

Pangi menilai SBY terlalu sensitif menghadapi tuduhan-tuduhan tersebut. Menurutnya, pihak pemerintah juga tidak menyebut nama SBY sebagai dalang kerusuhan.

"Sejauh tidak ada menyebut nama, siapa yang merasa dituduh sebagai dalang tentu itu hanya dongeng dan tuduhan tanpa beralasan, tidak perlu direspons. Saya lihat SBY terlalu reaktif juga atau sangat sensitif. Apakah ada Istana menyebut nama bahwa SBY dianggap dalang kerusuhan atau otak intelektual di balik (demo) omnibus law? Kalau Partai Demokrat yang menolak UU omnibus law, iya betul," ujarnya.

Simak juga video 'Polemik UU Cipta Kerja dan Dilema Pengambilan Kebijakan di Mata SBY':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/gbr)