Golkar Minta SBY Jangan Drama, PD Singgung Buzzer Penebar Fitnah

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 14 Okt 2020 17:27 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato refleksi akhir tahun di JCC, Jakarta, Rabu (11/12/2019).
Foto: Susilo Bambang Yudhoyono. (Agung Pambudhy/detikcom).
Jakarta -

Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily meminta Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak mendramatisasi keadaan terkait isu tuduhan dalang kerusuhan aksi demo tolak omnibus law UU Cipta Kerja. Partai Demokrat (PD) menyerang balik Ace.

"Bung Ace Hasan terkesan memaklumi fitnah dan hoax yang ada, menganggap fitnah dan hoax terhadap Presiden ke-6 Bapak SBY di medsos seolah diperkenankan," ujar politikus PD Didi Irawadi kepada wartawan, Rabu (14/10/2020).

SBY memang sempat berbicara soal tuduhan dirinya adalah dalang kerusuhan demo tolak omnibus law. Isu tersebut berkembang di media sosial.

"Dengan menuduh protes dan sikap prihatin Bapak SBY terhadap fitnah dan hoax hanya dianggap sekadar drama oleh Bung Ace Hasan. Terhadap fitnah dan hoax harusnya tugas kita bersama untuk memerangi dan melawannya. Kita semua harus dalam satu barisan, perangi dan lawan sampai habis, siapapun penebar fitnah dan hoax itu," ujar Didi.

Anggota Komisi XI DPR RI ini kemudian menyinggung soal buzzer-buzzer. Didi menyinggung soal buzzer-buzzer di media sosial yang disebutnya dibayar untuk menebar hoax.

"Semoga tuduhan publik bahwa ada akun-akun dan buzzer-buzzer bayaran yang dibiayai penguasa untuk menebar fitnah dan hoax tidak benar adanya," kata dia.

"Lebih baik saat ini Bung Ace, sekalipun dalam barisan pendukung pemerintah ikut mendorong agar pemerintah bisa tertibkan buzzer-buzzer liar dan akun-akun liar yang sangat gemar tebar fitnah," sambung Didi.

Dia juga meminta agar penegak hukum adil. Didi meminta pemerintah memberi perhatian serius untuk menertibkan dan menangkap buzzer-buzzer penyebar fitnah, sekalipun yang merupakan pendukung pemerintah.

"Kita semua merah putih, kita sama-sama Pancasila. Oleh karenanya wajib hukumnya melawan fitnah dan hoax yang sudah sangat parah ini. Cara-cara fitnah sesat macam ini sangat disesalkan. Hanya orang-orang pengecut saja yang gemar melakukan fitnah sesat macam itu," tegasnya.

Didi IrawadiDidi Irawadi. (Foto: Ari Saputra/detikcom).

"Penguasa/negara agar terlihat adil dalam menegakkan hukum, jangan pernah ragu tertibkan dan tangkap buzzer-buzzer dan akun-akun liar yang gemar tebar fitnah tersebut, sekalipun akun-akun itu dalam posisi pendukung pemerintah," imbuh Didi.

Didi menuding penyebar fitnah yang menyerang Demokrat merupakan pihak-pihak yang tidak suka dengan partai pimpinan Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu. Ini menyusul sikap Demokrat yang menolak pengesahan UU Cipta Kerja.

"Lebih dari itu kalau dibangun narasi seolah keseluruhan demo ini karena dibayar dan ditunggangi, maka itu sama saja penghinaan terhadap niat suci dan mulia para kaum buruh, pelajar dan segenap anak bangsa yang ingin menolak RUU Cipta Kerja tersebut. Padahal mereka sedang berjuang akan masa depan yang lebih adil, lebih baik dan lebih sejahtera," beber Didi.

Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) PD, Ossy Dermawan juga menepis pernyataan Ace Hasan. Ia menyebut, SBY berbicara soal tudingan sebagai dalang kerusuhan demo sebagai bentuk klarifikasi.

"Lho jangan drama gimana, kan memang real, faktanya ada. Nggak ada kita mendrama-drama. Kita kan di sini kebebasan berpendapat, narasi ya dijawab narasi," ucap Ossy, terpisah.

"Haknya Pak SBY sebagai individu, karena banyaknya berkembang fitnah, menyatakan sesuatu kan itu hak beliau. Kita tentunya juga tak bisa mengontrol orang mau ngomong apa. Niat bapak kan mengklarifikasi semua itu," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily mempertanyakan sikap SBY yang dianggap mudah tersinggung oleh netizen terkait isu dalang demo rusuh omnibus law. Ia juga meminta agar SBY dan Demokrat tidak mendramatisir.

"Kok merasa tersinggung oleh para netizen. Seharusnya sebagai pemimpin itu harus siap untuk dipuja sekaligus harus siap untuk dihujat. Pemimpin itu harus siap mengambil risiko dalam mengambil kebijakan. Jangan mendramatisasi keadaan," ucap Ace Hasan.

Tonton juga video 'Polemik UU Cipta Kerja dan Dilema Pengambilan Kebijakan di Mata SBY':

[Gambas:Video 20detik]



(elz/tor)