Habib Rizieq Disebut Akan Pimpin Revolusi, Golkar: Jangan Buat Keributan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 14 Okt 2020 23:00 WIB
Bobby Adhityo Rizaldi
Ketua DPP Golkar Bobby Adhityo Rizaldi (Ari Saputra/detikcom)

"Ya tentu, kalau beliau ingin kembali, sebagai seorang WNI, tentu pemerintah seperti disampaikan Dubes RI, akan membantu sesuai konstitusi kita. Soal overstayed yang harus diselesaikan dengan membayar denda atau amnesti yang bisa makan waktu sampai 5 tahun lebih ke Al Jawazat (imigrasi Arab Saudi), ya, pilihan-pilihan itu kita serahkan pada beliau, secara prinsip negara Indonesia akan tetap memberikan perlindungan terhadap warganya di mana pun berada," papar Bobby.

Seperti diketahui, kabar soal Habib Rizieq akan pulang ke RI dan memimpin revolusi disampaikan Ketua Umum FPI Ahmad Shabri Lubis. Itu merupakan orasi Shabri dalam aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja.

"Imam besar Habib Rizieq Syihab akan segera pulang ke Indonesia untuk memimpin revolusi," kata Shabri dari atas mobil komando, di patung kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa (13/10).

Kabar tersebut kemudian direspons oleh Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel. Agus mengungkapkan status Habib Rizieq dalam sistem portal imigrasi Kerajaan Arab Saudi masih 'blinking merah' atau belum bisa keluar dari negara tersebut.

"Berdasarkan komunikasi kami dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, bahwa sampai detik ini Nama Mohammad Rizieq Syihab (MRS) dalam sistem portal imigrasi Kerajaan Arab Saudi masih 'blinking merah'," kata Agus kepada detikcom, Rabu (14/10).

"Blinking merah = belum bisa ke luar Saudi," imbuhnya.

Halaman

(zak/jbr)