Jakarta Jadi Tuan Rumah Kongres International Publishers Association 2022

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Rabu, 14 Okt 2020 22:21 WIB
Revitalisasi Monas bagian selatan sudah selesai dikerjakan. Namun, Monumen Nasional belum dibuka untuk umum untuk mencegah penyebaran virus Corona.
Ilustrasi Monas, landmark Jakarta (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Jakarta akan menjadi tuan rumah acara Kongres International Publishers Association (IPA) tahun 2022. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai penunjukan Jakarta menjadi tuan rumah IPA ke-33 sebagai keputusan tepat.

"Kami sangat beruntung dan berterima kasih atas pemilihan Jakarta sebagai tuan rumah penyelenggaraan the International Publishers Association (IPA) World Congress ke-33 pada tahun 2022. Dengan tanpa melebih-lebihkan, keputusan IPA yang menjadikan Kota Jakarta sebagai tempat penyelenggaraan International Publishers Association (IPA) World Congress yang ke-33 pada tahun 2022 adalah tepat," ujar Anies dalam keterangan tertulis di situs resmi Pemprov DKI, Rabu (14/10/2020).

Anies mengatakan pihaknya juga telah membentuk tim bernama Jakarta Kota Buku. Dia mengatakan acara tersebut bermanfaat pada peningkatan kualitas literasi sekaligus industri penerbitan.

"Kami bekerja sama dengan mereka untuk meningkatkan kualitas literasi warga sekaligus memperbaiki iklim dunia industri penerbitan. Kedua hal ini sangat berkait erat," ucapnya.

"Literasi warga sangat bergantung kepada buku yang mereka baca, penerbit bisa menerbitkan buku-buku berkualitas karena didukung oleh iklim yang sehat, seperti nilai-nilai demokrasi, kebebasan berbicara, dan perekonomian yang tumbuh merata. Target utama dari kegiatan ini adalah meningkatnya kualitas warga Jakarta. Inilah yang akan menjadi modal penting bagi kota ini untuk maju dan bahagia," katanya.

Selain itu, kata Anies, Pemprov DKI memperbaiki infrastruktur untuk menunjang masyarakat gemar membaca. Dia mengatakan Pemprov juga akan membuat kebijakan agar warga gemar membaca.

"Kami juga melakukan perbaikan sistem yang ada seperti perpustakaan keliling, kebijakan atau peraturan yang mendukung pembudayaan kegemaran membaca, dan berbagai fasilitas lainnya sehingga diharapkan dapat terus meningkatkan minat baca dan tumbuhnya industri penerbitan, apalagi industri penerbitan merupakan salah satu industri yang berkontribusi besar pada kemajuan intelektual bangsa Indonesia," ujar Anies.

(man/jbr)