KPAI Sayangkan Ancaman Polisi Tak Terbitkan SKCK Pelajar Pendemo

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 14 Okt 2020 18:43 WIB
Puluhan pelajar Tangerang diamankan polisi saat mau demo ke Jakarta
Ilustrasi pelajar diamankan polisi (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Polres Metro Tangerang mengancam tidak menerbitkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) untuk pelajar pendemo yang rusuh. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengkritisi ancaman polisi tersebut.

"Ini menghambat masa depan anak. Tentu sangat kita sayangkan," kata Komisioner KPAI Divisi Pengawasan Monitoring dan Evaluasi, Jasra Putra, kepada detikcom, Rabu (14/10/2020).

SKCK itu dianggap KPAI sebagai stigma yang ditempelkan kepada anak. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak mengatur agar stigmatisasi dihindari dalam penanganan anak yang berhadapan dengan hukum.

Komisioner KPAI Jasra Putra mendatangi Mapolsek Pasar Rebo.Komisioner KPAI Jasra Putra (Ibnu/detikcom)

"Usia anak adalah usia yang masih punya harapan masa depan. Negara dan pemerintah daerah berkewajiban melindungi dan mematuhi hak-hak anak. Imbauan kita, sosialisasikan dulu aturan itu sejak awal, jangan sampai karena ada momen demonstrasi kemudian muncul ancaman itu," kata Jasra.

Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti, menyayangkan munculnya narasi ancaman bagi anak-anak semacam itu. Retno menyoroti banyak pula anak-anak yang belum sempat berunjuk rasa, tapi sudah diamankan lebih dulu oleh pihak kepolisian.

"Anak-anak tersebut tidak melakukan tindakan pidana, hak mereka mendapatkan SKCK kelak tidak boleh dihambat oleh kepolisian. Anak-anak yang tidak melakukan perbuatan pidana, tidak boleh mendapatkan catatan kriminal karena alasan mereka pernah ikut serta berpendapat dalam suatu aksi demo," tutur Retno Listyarti.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti bersama Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pendidikan Kreatifitas dan Budaya, Kementrian PPPA, Evi Hendrani memberi pernyataan pers terkait Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA di gedung KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/4/2018). KPAI menilai  terjadi malpraktik dalam dunia pendidikan karena soal yang diujikan tidak pernah diajarkan sebelumnya dalam kurikulum sekolah.Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti (Ari Saputra/detikcom)

Simak video 'Eksklusif! Pengakuan Ketua KAMI Medan Terkait Demo Ricuh':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2