Residivis Kasus Pencabulan di Ambon Kembali Beraksi, Korbannya 5 Anak

Muslimin Abbas - detikNews
Rabu, 14 Okt 2020 15:32 WIB
Residivis kasus pencabulan di Ambon yang kembali beraksi mencabuli 5 anak
Residivis kasus pencabulan di Ambon yang kembali beraksi mencabuli 5 anak (Muslimin Abbas/detikcom)
Ambon -

FM (55), warga Desa Galala, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, tega mencabuli 5 anak di bawah umur. Modus FM adalah mengiming-imingi korbannya dengan permen karet.

"FM umur 55 tahun ini terlibat dengan kasus pencabulan terhadap anak. (Usia) anaknya bervariasi umurnya, 6,8 dan 10 tahun. Korbannya ada 5 orang, di mana korban setelah dilakukan pencabulan kemudian iming-iming berikan permen dan kupon-kupon hadiah," jelas Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Leo Nugraha Simatupang, kepada wartawan di kantornya, Rabu (14/10/2020).

Leo mengungkapkan, FM adalah residivis. Sebelumnya, FM dipenjara dengan kasus yang sama.

"Jadi dia tentu kemungkinan ada penyimpangan orientasi seksual karena dia sudah residivis," kata Leo.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKP Mido J Manik, menambahkan, di antara 5 korban pencabulan, salah satunya anak perempuan. Aksi bejat FM dilakukan di kamar kosnya.

"Untuk data sementara, telah kami peroleh penyidikan, ada lima orang anak seperti kata Bapak Kapolresta tadi. Umur 6, 8, 10 tahun. Ada 4 (anak) laki-laki dan 1 anak perempuan jadi," ujar Mido.

"Tersangka sudah berkeluarga, namun istri sudah tidak tinggal bersama lagi," imbuh Mido.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku terakhir kali beraksi pada 27 September. Polisi masih mendalami kemungkinan korban lainnya.

"Waktu kejadian terakhir itu terjadi pada hari Minggu, 27 September 2020, sekitar pukul 17.00 WIB. Kemudian tanggal 20, kemudian Sabtu, 12 September," terang Mido.

"Terindikasi ada korban lain-lain juga, yang sampai saat ini kami melakukan pendalaman atau pencarian yang menjadi korban dari tersangka karena tersangka baru bertempat tinggal di TKP baru satu atau dua tahun," sambung Mido.

Kasus pencabulan anak ini terungkap berdasarkan keterangan saksi tetangga yang merasa curiga terhadap tersangka yang sering bermain dengan para korban di dalam kamar langsung dilaporkan ke Polresta.

"Terungkapnya berdasarkan laporan masyarakat," tandas Mido.

(aud/aud)