Kericuhan Pecah di Patung Kuda, Massa Lempar Petasan Dibalas Gas Air Mata

Isal Mawardi, Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 16:23 WIB
Massa ricuh di sekitar Patung Kuda ditembak gas air mata oleh polisi (Isal Mawardi, Farih Maulana/detikcom)
Massa ricuh di sekitar Patung Kuda ditembak gas air mata oleh polisi (Isal Mawardi, Farih Maulana/detikcom)
Jakarta -

Massa di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, memulai kericuhan dengan melempari polisi menggunakan batu dan petasan. Polisi pun membalas dengan menembakkan gas air mata.

Pantauan detikcom, Selasa (13/10/2020), massa mulai melempar batu dan botol ke arah polisi yang ada di Jalan Medan Merdeka Barat, tepatnya di depan gedung Kementerian Pariwisata dan Kreatif (Kemenparekraf). Situasi ini terjadi setelah massa demo PA 212 membubarkan diri sekitar pukul 15.40 WIB.

Polisi lalu melepaskan tembakan gas air mata ke arah massa yang berada di Jalan Medan Merdeka Selatan atau sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha. Massa sempat tidak membubarkan diri.

Massa sempat menggoyangkan kawat berduri yang terpasang di lokasi. Namun kawat tidak rusak dan tetap terpasang.

Massa juga menembakkan petasan ke arah polisi dan ke arah dalam Monas. Terlihat petasan dinyalakan beberapa orang.

Massa ricuh di sekitar Patung Kuda ditembak gas air mata oleh polisi (Isal Mawardi, Farih Maulana/detikcom)Massa ricuh di sekitar Patung Kuda ditembak gas air mata oleh polisi (Isal Mawardi, Farih Maulana/detikcom)

Tindakan tersebut dibalas polisi dengan tembakan gas air mata. Terlihat massa kocar-kacir atas tembakan gas air mata tersebut.

Pantauan di lokasi, pukul 16.00 WIB, massa remaja ini tiba-tiba melempari polisi dengan berbagai benda, kebanyakan botol plastik air mineral. Namun terdengar suara pecahan benda kaca dalam kericuhan ini.

Polisi kemudian menembakkan gas air mata untuk memukul mundur massa remaja. Efek gas air mata membuat massa mundur ke arah Patung Kuda.

(jbr/dhn)