Massa PA 212 Demo Omnibus Law di Jakpus, Polisi Tak Keluarkan Izin

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 15:36 WIB
Personel gabungan dari TNI,  brimob Mabes Polri dan Polda Metro Jaya melakukan apel pengamanan di halam Parkir Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Kamis (30/3/2017). Apel tersebut untuk pengamanan demo 313 yang rencananya akan dilakukan oleh Gerakan Mahasiswa Pemuda Bela Bangsa dan Rakyat yang tuntutannya terkait kinerja pemerintahan Jokowi-JK yang tak berpihak pada rakyat, penuntasan kasus korupsi KTP elektronik, dan penyelesaian kasus dugaan penodaan agama.
Ilustrasi (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Presidium Alumni (PA) 212 menggelar aksi di Patung Kuda, Jakarta Pusat, meminta Undang-Undang Cipta Kerja dibatalkan. Polri menegaskan aksi itu tidak diberi izin oleh Polda Metro Jaya.

"Begini, kemarin memang, korlapnya, datang ke Dit Intelkam Polda Metro Jaya, sudah diterima, dan sudah diarahkan bahwasanya Polda Metro Jaya tidak mengeluarkan STTP alias tidak mengizinkan, tidak mengeluarkan STTP," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2020).

Massa Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI, yang salah satunya Persaudaraan Alumni (PA) 212, menggelar aksi di Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Mereka menuntut dibatalkannya UU Cipta Kerja.

Poin yang akan disuarakan di antaranya selamatkan NKRI dan kaum buruh, tolak RUU HIP/BPIP dan bubarkan BPIP, serta ganyang China komunis si dalang.

Massa demo tolak omnibus law UU Cipta Kerja terkonsentrasi di Patung Kuda Arjuna Wijaya. Ratusan orang dari remaja hingga orang dewasa berkumpul.

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo hingga Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana terlihat memantau langsung aksi itu. Polisi juga sudah berjaga di sekitar lokasi demo.

(zap/fjp)