Eksklusif

Ketua KAMI Medan Akui Luput soal Ajakan Demo Rusuh di Grup WhatsApp

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 14:06 WIB
Ketua KAMI Medan, Khairi Amri di Bareskrim, Polri
Ketua KAMI Medan, Khairi Amri (20detik)
Jakarta -

Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan, Khairi Amri, mengaku tak tahu ada member WhatsApp Group (WAG)-nya yang menyerukan pesan berantai ajakan merusuh di demo tolak omnibus law UU Cipta Kerja. Khairi mengatakan dirinya hanya sempat membuka WAG di malam hari karena sehari-hari waktunya tersita sebagai pengemudi ojek.

"Kalau sekarang, saya jujur lebih banyak ngojek. Jarang buka HP. Buka HP kan kalau sudah malam, sudah banyak (percakapan di WAG), tahulah kalau sudah banyak itu kan gimana bacanya lagi, tinggal klik-klik saja," jelas Khairi saat wawancara eksklusif dengan detikcom di Mabes Polri, Jalan Trinojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (12/10/2020) malam.

Khairi mengakui dirinya memang tak pernah mengingatkan member grup WA 'KAMI Medan' soal risiko hukum saat berbuat pidana di media sosial. Bahkan Khairi mengaku dirinya juga termasuk yang membagikan konten yang melanggar undang-undang.

"Ya sebenarnya belum pernah saya ingatkan itu (risiko pidana di medsos, red), mungkin ada juga saya upload yang menyalahi (aturan) itu, ya mungkin ada juga. Kita dengan mungkin ya lucu-lucuan gitu kan, ternyata itu salah," ucap Khairi.

"Kayaknya banyak emak-emaklah," sambung dia saat ditanya soal latar belakang member WAG 'KAMI Medan'.

Khairi menjelaskan dirinya bukan satu-satunya admin di grup WA 'KAMI Medan'. Ada beberapa rekannya yang juga admin di grup tersebut, sehingga mereka bebas mengundang siapa pun masuk ke grup WA.

"Nggak (kenal semua, red), kadang yang kawan admin lain memasuki, membawa kawannya gitu kan. Pokoknya (teman) pengajiannya, pendidikannya itu," ujar Khairi.

Dalam kasus ini, Khairi ditangkap pada Jumat, 9 Oktober. Dia diamankan saat sedang membagikan logistik, seperti nasi bungkus dan air mineral, kepada pendemo tolak omnibus law UU Cipta Kerja di depan gedung DPRD Sumut di Medan, Sumut. Usai dibawa ke Mapolrestabes Medan, polisi menemukan seruan demonstrasi rusuh di dalam WAG KAMI Medan.

"Bukan (ujaran kebencian) SARA, tapi ada apa ya, ke penguasa pula. Mengajak (demonstrasi) sampai chaos. Saya kaget itu, 'Ayo kita buat seperti '98'. Tidak ada kayaknya SARA, nggak ada. Cuma ketidaksenangan ke kebijakan pemerintah, apalagi kita sama-sama nggak tahu nih omnibus law, tapi kita anggap kita menolak gitu," ucap Khairi sebelumnya.

Khairi menyebut dua member yang menyerukan ajakan merusuh lewat WAG 'KAMI Medan' justru tak ikut turun ke jalan saat demo.

"Kenal di luar saja, sama-sama relawan waktu Pilpres (2019). Nggak datang mereka (saat KAMI Medan bagikan makanan ke pendemo)," tutup Khairi.

Simak video 'Ketua KAMI Medan Akui Suplai Logistik ke Pedemo: Dari 'Hamba Allah'':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/hri)