Jumhur-Syahganda Ditangkap Polisi, Presidium KAMI Jabar Buka Suara

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 13:31 WIB
Din Syamsuddin dan Gatot Nurmantyo menghadiri deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jawa Barat, Senin (7/9/2020). Deklarasi dilaksanakan di sebuah rumah, Kota Bandung, Senin (7/9/2020).
Deklarasi KAMI Jabar beberapa waktu lalu (Foto: Yudha Maulana)
Bandung -

Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jawa Barat Syafril Sjofyan, memastikan tidak ada aktivis KAMI Jabar yang ditangkap oleh pihak kepolisian. Sebelumnya Bareskrim Polri mengamankan tiga deklarator KAMI, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan Anton Permana dalam waktu yang berdekatan.

"Jabar kondusif, tidak ada dari aktivis KAMI Jabar yang ditahan," ujar Sjofyan saat dihubungi detikcom, Selasa (13/10/2020).

Selain kedua deklarator tersebut, Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan Khairi Amri juga diamankan dengan dugaan turut terlibat dalam demonstrasi yang berujung ricuh di Medan pada 8 Oktober 2020.

Sjofyan menekankan, sesuai Jati Diri KAMI Jabar yang dibacakan di Bandung pada 7 September 2020, KAMI tidak terlibat secara langsung dalam demonstrasi yang gencar saat ini. Walau begitu, KAMI memberikan dukungan dengan bantuan kemanusiaan.

"Sesuai Jati Diri KAMI adalah gerakan moral, tidak ikut unjuk rasa, akan tetapi memberi bantuan kemanusiaan berupa tim kesehatan dan evakuasi bagi yang cedera kepada siapapun, baik peserta unjuk rasa maupun petugas keamanan," kata Sjofyan.

Walau begitu, Sjofyan tak menapik ada tiga relawan KAMI yang ditahan dalam demonstrasi yang terjadi Kota Bandung. KAMI Jabar pun bersikap proaktif dengan memberikan bantuan hukum kepada relawan tersebut.

"Cuma ada tiga relawan yang ditahan menjadi tersangka, dengan tuduhan mengeroyok petugas polisi di posko kesehatan," tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani membenarkan jika Syahganda dan Anton diamankan Bareskrim Mabes Polri.

"Betul Pak Anton, Minggu (11/10) malam, kita sudah dampingi sampai jam 10 malam," kata Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani, ketika dikonfirmasi, Selasa (13/10/2020).

Yani mengatakan penangkapan Anton disebabkan posting-annya di akun Facebook pribadinya. Namun, belum diketahui bagaimana kelanjutannya sampai saat ini.

"Kalau Pak Anton itu karena posting-annya di media sosial," ujarnya.

Yani mengatakan pihaknya telah membuat tim hukum untuk pendampingan Anton ataupun Syahganda. Setelah administrasi selesai, Yani rencananya akan ke Bareskrim siang ini.

(yum/mud)