Bersaksi di Sidang Jerinx, Ketua IDI Bali: Saya Hanya Jaga Marwah IDI

Angga Riza - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 12:02 WIB
Ketua IDI Bali Putra Suteja bersaksi si sidang Jerinx SID.
Ketua IDI Bali Putra Suteja bersaksi di sidang Jerinx SID. (Angga Riza/detikcom)
Denpasar -

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Bali Putra Suteja diperiksa sebagai saksi dalam sidang lanjutan terdakwa I Gede Ari Astina alias Jerinx SID perkara 'IDI kacung WHO'. Putra Suteja mengaku hanya menjaga marwah IDI.

Putra Suteja menyampaikan itu seusai sidang tatap muka di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (13/10/2020). Dalam persidangan, dia mengaku menyampaikan terkait laporannya ke polisi.

"Ya saya kan menyampaikan apa yang terjadi. Saya hanya menjaga marwah profesi organisasi IDI, jangan ada orang-orang yang melemahkan profesi dokter dalam situasi COVID seperti ini," kata Suteja kepada wartawan.

Suteja menilai Jerinx orang baik. Namun yang dipermasalahkannya adalah kata-kata yang dinilai bisa melemahkan profesi dokter dalam memberikan pelayanan.

"Dia orang baik, semua orang baik, tapi kalimat-kalimatnyalah yang tidak baik dan menjadi kita menjadi lemah posisi kita di dokter pelayanan kesehatan," ujar Suteja.

Menurut Suteja, postingan Jerinx SID terkait 'IDI Kacung WHO' membuat semangat dokter menurun. Dia juga menilai postingan tersebut bisa membuat masyarakat tidak percaya dengan dokter.

"Bisa melaporkan seperti itu, itulah yang saya sampaikan. Yang kedua kenapa bisa dilaporkan? Kenapa tidak ada mediasi? Kenapa tidak berdiskusi? Kenapa penanganan kita kan masalah COVID ini sedangkan postingan-postinganya dia kan selamanya beberapa akhir itu menurunkan semangat kita menuduh-menuduh ini itu padahal di belakang saya adik-adik saya dokter-dokter itu sudah bekerja sekuat tenaga dengan adanya perkataan-perkataan itu membuat kita menjadi lemah dan menjadi masyarakat tidak percaya dengan apa yang kita laksanakan di lapangan kan begitu," kata Suteja.

Dia mengaku menjelaskan seputar laporannya dalam sidang. Dan juga terkait soal legal standing. "Ya berputar-putar di sana pelaporan berputar-putar di sana bagaiamana penanganan COVID kan di sana. Ya di sana ditanyakan, soal legal standing-nya yang lama itu," ujar Suteja.

Suteja mengaku mendapat informasi postingan Jerinx SID dari group whatsaap. "Saya mendapat informasi mulai tanggal 12 13 di grup WA kita rapat sedari tanggal 14 kita rapat tanggal 15 saya rapat mandat setelah itu tanggal 16 saya lapor," lanjut Suteja.

Suteja menyayangkan kalimat Jerinx yang diduga merugikan profesi dokter di IDI.

"Saya akui memang ia orang baik tetapi kalimat-kalimatnya narasi-narasinya, temen-temen kami di lapangan menjadi kualitas kerjanya menurun, lah kok bisa begini? Situasi kita kan melaksanakan kegiatan-kegiatan penanganan COVID ada orang yang membuat postingan- postingan membuat merugikan melemahkan semangat kita," papar Suteja.

Hari ini merupakan pertama kali sidang Jerinx digelar secara tatap muka. Jumlah peserta di ruang sidang dibatasi.

Dalam perkara ini, Jerinx didakwa melanggar Pasal 28 ayat (2) UU ITE dengan dakwaan alternatif Pasal 27 ayat (3). Seusai sidang, tim penasihat hukum menyatakan kedua pasal itu punya prinsip berbeda.

Dalam perkara ini, JPU mendakwa Jerinx Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

JPU juga memberikan dakwaan alternatif atau kedua. Perbuatan Jerinx sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Simak video 'Jerinx Siap Hapus Akunnya Demi Penangguhan Penahanan':

[Gambas:Video 20detik]



(idh/idh)