Eksklusif

Ketua KAMI Medan yang Ditangkap Akui Anggota PAN Sumut

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 10:57 WIB
Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan, Khairi Amri, ditangkap polisi terkait demo Omnibus Law UU Cipta Kerja yang berujung ricuh pada Jumat (9/10) lalu. Ia menceritakan awal mula bisa mengikuti demo hingga ditangkap karena dianggap sebagai penggerak massa.
Ketua KAMI Medan Khairi Amri di Bareskrim, Mabes Polri (20detik)
Jakarta -

Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan Khairi Amri mengatakan, selain merupakan anggota Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Utara, ia mengaku aktif di organisasi Muhammadiyah Sumut.

"Nama saya Khairi Amri, pekerjaan swasta. Sehari-hari saya masih aktif di Muhammadiyah dan di Partai Amanat Nasional sebagai anggota di Sumut," kata Khairi dalam wawancara eksklusif dengan detikcom di Bareskrim, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (12/10/2020) malam.

Khairi mengaku sempat menjadi bagian dari pengurus PAN dan menduduki jabatan Wakil Sekretaris DPW Sumut. Jabatan itu diemban Khairi pada periode 2005-2010.

"Kalau sekarang ya karena kita sebagai anggota, ya aktif di acara. Tapi saya tidak di pengurus sekarang. Terakhir Wakil Sekretaris DPW PAN Sumut periode 2005-2010," ujar Khairi.

Meski saat ini momen pemilihan kepala daerah, Khairi mengaku belum bergabung dengan tim sukses (timses) paslon mana pun. "Itu sedang hangat-hangatnya ini di Medan, masalah itu timses, karena baru penetapan," tutur dia.

Sebelumnya diberitakan, Khairi ditangkap karena diduga berperan menyuplai logistik kepada pendemo yang rusuh. Hal tersebut terungkap dari pemaparan Kapolda Sumut, Irjen Martuani Sormin, dalam rapat bersama Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, di Rumdin Gubsu hari ini.

"Mengamankan Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) an Hairi Amri yang diketahui penyuplai logistik," demikian isi poin ketujuh materi yang dipaparkan Martuani.

Usai rapat, Martuani mengatakan polisi sudah mengantongi bukti-bukti dugaan keterlibatan Khairi. Dia mengatakan keterangan lengkap segera disampaikan.

"Sampai saat ini sudah kita buktikan dan kelompok itu memang ada. Nanti keterangan berikutnya mohon waktu," ucap Martuani.

Pengacara Khairi, Abdul Hakim, juga membenarkan kliennya ditangkap polisi. Dia menyebut kliennya ditangkap karena dugaan melanggar UU ITE. Dia mengatakan penangkapan Khairi terkait tindakan pribadi yang diduga dilakukan Khairi.

"Iya, pelanggaran ITE. Sebetulnya begini, KAMI ini kan stigma. Contoh misalnya kalau partai tertentu korupsi ketuanya, apa partainya ikut? Justru karena ini pertanggungjawaban personal kan. Kalau dihubung-hubungkan semua punya hubungan. Barangkali begitu poinnya," sambungnya.

(aud/hri)