Ketua LMND Palembang Ditangkap Saat Hendak Aksi Tolak Omnibus Law Kemarin

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 10:51 WIB
Kapolrestabes saat menunjukkan barang hukti yang diamankan dari Ketua LMND Palembang
Foto: Kapolrestabes saat menunjukkan barang bukti yang diamankan dari Ketua LMND Palembang. (Raja Adil/detikcom).
Palembang -

Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Palembang, Amir (24) ditangkap saat akan menggelar aksi menolak omnibus law UU Cipta Kerja di DPRD Sumatera Selatan, Palembang, kemarin. Amir bahkan kini telah ditetapkan tersangka.

Ketua Umum LMND, M Asrul mengatakan Amir awalnya hanya meminta polisi agar tak menghalangi massa aksi. Namun Amir malah ikut ditangkap jajaran Sat Reskrim Polrestabes Palembang.

"Jadi sebenarnya kawan-kawan ini sudah konsolidasi untuk ikut aksi. Tiba-tiba saat mereka mau kumpul ada aparat melakukan sweeping, membubarkan massa aksi," kata M Asrul saat dikonfirmasi detikcom melalui telepon, Selasa (13/10/2020).

Amir yang melihat aksi polisi, lanjut Asrul, meminta polisi tak melakukan sweeping di dekat kampus Tridinanti, Ilir Timur II, Kota Palembang. Kemudian timbul gesekan di lokasi hingga Amir ditangkap.

"Dalam proses pembubaran massa aksi, Amir menghalangi sweeping itu. Saat itu terjadi gesekan. Sebenarnya aksi ini kan dilindungi konstitusi dan hak warga negara yang dijamin undang-undang, kenapa aparat melakukan sweeping," ujar Asrul.

Akibat menolak aksi sweeping, Amir diciduk dan dibawa ke Polsek. Barang bukti berupa toa dan almamater merah juga disita polisi.

"Amir ini menghalangi supaya jangan ada dihalangi seperti itu. Kemudian Amir ini dibawa dan ditetapkan sebagai tersangka, dijerat Pasal 121 dan 123 KUHP. Ini maksudnya apa sih?" ucap Asrul kecewa.

"Cuman ini yang jadi keberatan kita, Amir ini hanya minta jangan membubarkan kok malah dijadikan tersangka. Kalau semua ini dilakukan represif, ditangkap banyak sekali dan dilakukan tindakan kriminalitas," sambungnya.

Terakhir, Asrul memastikan hanya terjadi gesekan ringan dengan aparat saat Amir ditangkap. Terkait penetapan tersangka, LMND akan melakukan advokasi dan menggelar aksi serentak di 28 daerah di Indonesia.

"Kemarin hanya gesekan sedikit, ya karena Amir ini menghalau. Terkait ini kami minta 28 daerah di Indonesia melakukan aksi serentak dan advokasi. Amir ini ditangkap saat sedang bersama rombongan, mau pelajar, mau mahasiswa itu kan sudah tergabung dalam massa aksi," sebut Asrul.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Anom Setyadji membenarkan penangkapan Amir. Amir ditangkap bersama 64 orang lainnya.

"Pada saat pengamanan unjuk rasa. Senin 12 Oktober ditemukan sekelompok anak-anak sekolah. Kami evakuasi 65 orang pelajar. Untuk sementara kami tetapkan 1 tersangka inisial AM (Amir)," terang Anom.

Amir dituding melakukan perlawanan saat polisi melakukan pengamanan jelang aksi di DPRD. Ia kini dijerat Pasal 121 dan 123 KUHP.

"Dia disangkakan Pasal 121 dan 213 KUHP karena tak mengindahkan perintah petugas pada saat pengamanan," kata Anom.

Terkait Amir sebagai Ketua LMND, Anom membantah. Menurutnya Amir mengaku bukan mahasiswa, melainkan wiraswasta dan diamankan toa pengeras suara serta alamamater merah.

"Kami tetapkan AM tersangka, pekerjaan wiraswasta, umur 24 tahun dan tinggal di Palembang," tegas Anom.

Sebelumnya puluhan pelajar diamankan polisi saat akan demo di kantor DPRD Sumatera Selatan di Palembang, Senin (12/10). Banyak di antara yang diamankan ternyata nekat menyewa almamater untuk ikut aksi.

"Mereka kita amankan ke Polda, tetapi ada juga dibawa ke Polrestabes. Sementara ini diperiksa. Ada pelajar sama pengangguran yang diamankan," ungkap Kasubdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumatera Selatan, Kompol Suryadi.

(ras/elz)