17 Rumah di Bukit Gombel Ambruk

Akibat Lapangan Golf & Hujan

17 Rumah di Bukit Gombel Ambruk

- detikNews
Rabu, 18 Jan 2006 11:16 WIB
Semarang - Bencana longsor tidak ada habis-habisnya. Setelah Banjarnegara, kini 17 rumah di lereng perbukitan Gombel, Semarang, Jawa Tengah ambruk tertimpa tanah. Selain akibat hujan yang turun terus menerus, longsor diduga akibat pembangunan lapangan golf di kawasan itu.Beruntung tidak ada korban jiwa akibat longsor yang menimpa warga Kampung Gumpilsari, Kelurahan Tinjomoyo, Banyumanik, Semarang ini. Sejak turun hujan pada Selasa (17/1/2006) sore, warga sudah mengantisipasi keadaan.Saat satu per satu rumah dihantam timbunan tanah, warga sudah mengungsikan diri ke daerah yang lebih aman. Bahkan sebagian besar dari mereka sempat menyelamatkan harta bendanya.Longsor terjadi selama 12 jam, sejak pukul 18.00 WIB, Selasa, sampai pukul 06.00 WIB, Rabu (18/1/2006).Sesaat sebelum longsor terjadi, sebagian warga masih mengemasi barang-barangnya. Namun sekitar pukul 18.00 WIB, mereka merasakan bumi bergetar. Tanpa buang waktu saat itu juga mereka langsung lari meninggalkan lokasi.Tidak lama kemudian satu per satu rumah di kawasan itu ambruk tertimpa longsoran tanah. Rumah satu lantai langsung tidak berbentuk, sementara rumah dua lantai, sebagian atapnya masih terlihat utuh.Lapangan GolfSupaji (37), salah satu warga, mengatakan, sejak pembangunan lapangan golf sekitar tahun 2000-an lalu yang lokasinya hanya 100 meter di bawah pemukiman, warga sekitar sudah ketar-ketir longsor akan datang.Pasalnya, tanpa adanya lapangan golf saja, lokasi tersebut sudah cukup rawan longsor. Ditambah lagi dengan pembangunan sarana olah raga tersebut, daerah resapan air semakin berkurang.Warga, menurut Supaji, sebetulnya sudah berkali-kali bertemu pihak pengusaha, yakni PT Putra Wahid, untuk meminta kompensasi dari kerusakan alam yang ditimbulkan akibat proyek lapangan golf itu.Pihak perusahaan diakuinya memang memberikan kompensasi biaya kontrak rumah sebesar Rp 1,5 juta untuk setahun. Seharusnya saat ini, warga sudah mendapatkan kompensasi lagi, karena waktu setahun itu sudah habis. Namun belum sempat dana diterima, longsor keburu melanda kawasan tersebut."Sejak kemarin sebetulnya kita sudah minta ada pertemuan untuk dialog antara warga dengan perusahaan, karena belum ada titik temu. Tapi sudah longsor duluan," katanya.Saat ini, warga yang rumahnya tertimpa longsor mengungsi ke rumah warga yang lokasinya lebih aman. Lokasi longsor kini masih menjadi tontonan ratusan warga di sekitar lokasi.Pihak pemda sendiri hingga kini belum menentukan relokasi bagi warga yang tertimpa longsor tersebut. (umi/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads