Round Up

Penjara 7 Hari untuk Polisi Terbangkan Heli Rendah di Atas Massa Aksi

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 22:02 WIB
Helikopter Polda Sultra terbang rendah di atas massa aksi setahun tewasnya Randy
Penjara 7 Hari untuk Polisi Terbangkan Heli Rendah di Atas Massa Aksi (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Persidangan empat personel Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) karena menerbangkan helikopter dengan rendah di atas massa aksi mahasiswa di Mapolda Sultra berakhir. Pilot, kopilot, dan 2 teknisi helikopter dijatuhi sanksi penjara 7 hari.

Putusan persidangan tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Sultra Kombes Laode Proyek saat dimintai konfirmasi wartawan di Kendari, Senin (12/10/2020).

"Sidangnya sudah selesai, mereka itu putusannya penempatan khusus selama tujuh hari di ruang tertutup. Itu berarti sama saja dipenjara," kata Laode.

Laode menjelaskan, keempat personel tersebut diberi sanksi dalam sidang disiplin terkait pelanggaran SOP dalam melaksanakan tugas.

Menurut Laode, sanksi tersebut mulai dijalankan keempat personel tersebut pada hari ini hingga 7 hari ke depan.

"Minggu kemarin (Rabu), sudah selesai, sejak dikeluarkannya putusan, hari Senin ini sudah mulai, di penempatan khusus, tujuh hari," ujarnya.

Selain diberi sanksi penjara 7 hari, 4 personel tersebut akan diawasi selama 6 bulan. Pilot dan kopilot juga tidak boleh menerbangkan helikopter selama masa pengawasan tersebut.

"Hanya mengikuti dinas biasa saja karena status dalam pengawasan, untuk sementara tidak boleh dulu (sebagai pilot) berdasarkan jabatan, karena status terhukum, dalam pengawasan provos," bebernya.

Kasus ini berawal saat pilot tersebut diketahui menerbangkan helikopter ke atas massa mahasiswa dari berbagai universitas yang tengah berunjuk rasa di Mapolda Sultra, Kendari, pada Sabtu, 26 September 2019.

Saat itu massa berunjuk rasa dalam rangka setahun tewasnya mahasiswa UHO, Randy dan Yusuf, yang tewas tertembak polisi saat unjuk rasa di DPRD Sultra.

Polda Sultra memastikan pilot heli tersebut melakukan manuver tanpa izin atasan.

"Pilotnya manuver sendiri," ujar Kabid Humas Polda Sultra AKBP Ferry Walintukan dalam keterangannya kepada detikcom di Kendari, Senin (28/9).

Dalam rapat dengan Komisi III DPR, Kapolri Jenderal Idham Azis menegaskan pilot helikopter itu sudah diperiksa Propam Polri.

"Itu pilotnya itu udah saya tindak itu, dan sudah diperiksa sama Propam itu. Itu ngarang-ngarang aja itu, tidak ada SOP-nya di udara itu, yang di Kendari itu," kata Idham Azis pada Rabu (30/9).

Idham menyebut pilot helikopter itu kini telah ditindak. Idham geram, bahkan mengatakan, jika boleh, dirinya akan menempeleng si pilot.

"Udah saya tindak, itu pilotnya ngarang-ngarang itu. Cuma sekarang nggak boleh main tempeleng-tempeleng, jadi diperiksa Propam saja. Kalau masih boleh, saya tempeleng itu," tegasnya.

(aan/yld)