Terbangkan Heli di Atas Massa Aksi, 4 Personel Polda Sultra Dipenjara 7 Hari

Sitti Harlina - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 14:26 WIB
Helikopter Polda Sultra terbang rendah di atas massa aksi setahun tewasnya Randy
Helikopter Polda Sultra terbang rendah di atas massa aksi. (dok. Istimewa)
Kendari -

Empat personel Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) disanksi penjara 7 hari akibat menerbangkan helikopter dengan rendah di atas massa aksi di Kota Kendari. Keempat personel yang disanksi tersebut merupakan pilot, kopilot, dan 2 mekanik helikopter Polda Sultra.

"Sidangnya sudah selesai, mereka itu putusannya penempatan khusus selama tujuh hari di ruang tertutup. Itu berarti sama saja dipenjara," ujar PlH Kabid Humas Polda Sultra Kombes Laode Proyek saat dikonfirmasi wartawan di Kendari, Senin (12/10/2020).

Laode mengungkapkan keempat personel tersebut diberi sanksi dalam sidang disiplin. Keempatnya diketahui telah melakukan manuver dengan menerbangkan helikopter ke atas massa aksi tanpa diketahui pimpinan Polda Sultra.

Lebih lanjut Kombes Laode mengungkapkan sanksi tersebut mulai dijalankan keempat personel tersebut pada hari ini hingga 7 hari ke depan.

"Minggu kemarin (Rabu) sudah selesai, sejak dikeluarkannya putusan, hari Senin ini sudah mulai, di penempatan khusus, tujuh hari," ujarnya.

Selain disanksi penjara 7 hari, 4 personel tersebut akan diawasi selama 6 bulan. Pilot dan kopilot juga tidak boleh menerbangkan helikopter selama masa pengawasan tersebut.

"Hanya mengikuti dinas biasa saja karena status dalam pengawasan, untuk sementara tidak boleh dulu (sebagai pilot) berdasarkan jabatan, karena status terhukum, dalam pengawasan provos," bebernya.

Ditambahkannya, keempat anggota tersebut mendapat sanksi disiplin terkait pelanggaran SOP dalam melaksanakan tugas.

Sebelumnya diberitakan, Polda Sultra mengatakan pilot, kopilot, dan 2 mekanik helikopter tak melapor ke kendali operasi saat menerbangkan heli dengan rendah di atas massa aksi mahasiswa di Kendari. Tindakan pilot itu dinilai sebagai diskresi untuk mengimbau massa aksi agar tak ricuh, tapi alat rusak.

"Mereka melakukan tindakan diskresi tanpa melapor ke kendali operasi," ujar PlH Kabid Humas Polda Sultra Kombes Laode Proyek saat dihubungi detikcom, Selasa (29/9).

Laode mengungkapkan pilot heli menerbangkan heli di atas massa aksi untuk mengimbau massa tidak ricuh saat melakukan aksi di depan Mapolda Sultra, Kendari, pada Sabtu (26/9).

"Jadi mereka (pilot dan kopilot) itu telah melakukan pantauan secara kewilayahan (pada Sabtu 26 September), mereka itu pulang lewat Polda. Di situ, di bawahnya mereka melihat sudah mulai masuk zona kuning (aksi mahasiswa), itu sudah mau rusuh (massa aksi)," jelas Kombes Laode.

(nvl/nvl)