Dirut Himalaya Energi Perkasa Piter Rasiman Jadi Tersangka Kasus Jiwasraya

Wilda Nufus - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 20:27 WIB
Direktur Utama PT Himalaya Energi Perkasa, Piter Rasiman ditetapkan jadi tersangka skandal kasus Jiwasraya
Direktur Utama PT Himalaya Energi Perkasa, Piter Rasiman ditetapkan jadi tersangka skandal kasus Jiwasraya (Foto: Wilda/detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan satu tersangka baru dalam skandal kasus Jiwasraya. Tersangka anyar itu merupakan Direktur Utama PT Himalaya Energi Perkasa, Piter Rasiman.

"Telah menetapkan tersangka atas nama Piter Rasiman selaku pihak Direktur Utama PT Himalaya Energi Perkasa," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono kepada wartawan di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (12/10/2020).

Hari menerangkan Piter diduga berafiliasi melakukan tindak pidana korupsi dengan terdakwa Jiwasraya. Mereka ialah Joko Hartono Tirto dan Heru Hidayat.

"Adanya hubungan bersama melakukan tindak pidana korupsi dengan para tersangka atau terdakwa yang sudah disidangkan. Tersangka ini diduga melakukan kerjasama dengan terdakwa antara lain Joko Hartono Tirto dan Heru Hidayat," ujar Hari.

"Tersangka membuat perusahaan untuk digunakan pengaturan investasi uang yang dilakukan oleh para terdakwa yang digunakan,"katanya.

Hari mengatakan tersangka disangkakan melakukan tindak pidana Pasal 2 ayat 1 subsider pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Kemudian disangkakan juga melanggar pasal pencucian uang Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 ayat ke (1) KUHP. Pasal 4 UU Nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Tersangka ditahan selama 20 hari terhitung mulai hari ini. Tersangka ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejakasaan Negeri Jakarta Selatan.

"Rutan Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan," tutupnya.

Diketahui, Kejagung sudah menetapkan seorang tersangka dari pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta 13 korporasi sebagai tersangka dalam rangkaian kasus Jiwasraya. Tersangka anyar dari pejabat OJK itu merupakan Fakhri Hilmi yang pada saat itu menjabat Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal II a periode Januari 2014-2017.

Dalam perkara ini, ada enam terdakwa yakni Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram) Heru Hidayat; mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim; mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Hary Prasetyo; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Syahmirwan; serta Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto.

Hendrisman Rahim, dan Syahmirwan, sudah menjalani persidangan. Hendrisman dituntut 20 tahun penjara dan Syahmirwan dituntut 18 tahun penjara.

Untuk sidang tuntutan Benny Tjokrosaputro ditunda oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Penyebabnya, Benny terkonfirmasi positif Corona (COVID-19).

Hal itu diketahui sebelum sidang dibuka di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (24/9). Benny Tjokro saat ini sedang dirawat di RS Adhyaksa.

Selain Benny Tjokro, Heru Hidayat juga sedang dirawat di RS Adhyaksa karena positif Corona. Sidang tuntutan Heru juga ditunda.

"Jadi terdakwa Heru sudah kita bantar, artinya dia nyata secara hukum dianggap sakit, sehingga orang sakit sudah pasti nggak bisa ikut sidang. Jadi untuk Saudara Heru kita nyatakan tidak bisa diikutkan," kata hakim Rosmina.

Terdakwa lainnya yakni Hary Prasetyo dan Joko Hartono Tirto dituntut jaksa penuntut umum dengan hukuman penjara seumur hidup.

(eva/eva)