Kapolda Metro: 29 Polisi Terluka-25 Halte TransJ Dibakar Akibat Demo Ricuh

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 15:07 WIB
Kapolda Metro Jaya tinjau lokasi banjir di Jl Satria IV Jelambar, Jakbar
Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana (Matous Alfons/detikcom)
Jakarta - Demo penolakan omnibus law UU Cipta Kerja di Jakarta, yang digelar pada Kamis (8/10/2020) lalu, berakhir ricuh. Demo anarkis ini tidak hanya mengakibatkan kerugian sejumlah fasilitas, tetapi juga ada korban luka-luka sejumlah personel TNI dan polisi.

"Mengakibatkan korban di polisi dan TNI. Ada 29 anggota polisi luka-luka dan 6 masih dirawat, 3 anggota TNI, dan juga masyarakat yang menjadi korban," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/10/2020).

Massa aksi juga melakukan tindakan anarkis. Sejumlah fasilitas umum rusak dan dibakar oleh massa.

"Ada 25 halte TransJakarta dirusak dan dibakar, 1 lobi kantor ESDM, 6 mobil, dan terhadap pos pengamanan, fasilitas sepeda umum untuk car free day, pagar lampu, 3 mobil di proyek Pasar Senen dan Bioskop Grand Theatre Jakarta juga dibakar," kata Nana.

Selain merusak fasilitas umum, massa merusak fasilitas kepolisian. Sebanyak 18 pos polisi dan pos lantas dirusak dan dibakar massa.

"Fasilitas Polri: ada 18 pos lalu lintas, Polsubsektor di Majapahit Gajah Mada, kendaraan roda 4 dinas di Polres Tangerang Kota, roda empat raimas, kendaraan roda empat sabhara," katanya.

Polda Metro Jaya mengamankan 1.192 orang yang diduga kelompok anarko terkait aksi unjuk rasa tersebut. Polisi menyebut para pelaku datang bukan untuk melakukan unjuk rasa, tetapi merusuh.

Yusri mengatakan massa tersebut datang atas undangan. Ia juga menyebut ada yang memfasilitasi massa tersebut.

"Yang dia tahu ada undangan untuk datang, disiapkan tiket kereta api, disiapkan truk, disiapkan bus, kemudian nantinya akan ada uang makan untuk mereka semua, ini yang dia tahu," ucapnya.

Yusri menambahkan, pihaknya masih mendalami siapa yang memfasilitasi massa tersebut. Polisi juga akan mengecek rekaman kamera CCTV untuk mengetahui peran-peran para pelaku tersebut.

"Kita masih dalami (pihak yang fasilitasi), kita ambil keterangan mereka, ini bisa membantu kita para penyidik dan kita ambil CCTV yang mana yang merusak, kemudian kita cari keterangan saksi lain," ujar Yusri.

Kadishub: 650 Traffic Cone-173 Sepeda Sewaan Ludes Dibakar Massa:

[Gambas:Video 20detik]



(mei/mei)