ADVERTISEMENT

Tali Tambang 'Penyelamat' Evi dan 5 Anak dari Amukan Banjir-Longsor Ciganjur

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 14:01 WIB
Evi, korban banjir dan longsor Ciganjur, Jakarta Selatan
Foto: Evi, korban banjir dan longsor Ciganjur, Jakarta Selatan (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)

"Kalau dibilang trauma, anak saya paling kecil ini yang paling trauma. Tidur di atas kasur sampai sekarang, 'Ayo Bunda, nanti kita hanyut, ayo bunda'. Apalagi kalau lihat air, nggak berani sudah," kata Evi.

"Dan nggak kebayang akan kayak gini, nggak kebayang. Yang saya pikir cuman banjir biasa saja gitu kan, karena memang nggak kedengaran ya karena hujan petir ya. Tiba-tiba sudah longsor dengan begitu saja," lanjutnya.

Evi mengaku pasrah kehilangan harta benda serta mengalami kerugian materiil akibat banjir yang melanda lingkungannya. Hanya saja, dia merasa sulit menghilangkan trauma pada Saka.

"Kalau diingat, nggak ada yang mau kayak gini. Walaupun misalnya ganti rugi Rp 5-10 juta, kerugian psikis anak yang nggak bisa ini, PR (pekerjaan rumah) berat saya ya, ini trauma anak. Kalau mereka (pemerintah) cuma ganti rugi sekian, beres. Lihat kami di bawah seperti ini. Mereka enak-enak, santai-santai pada saat kejadian, tapi gimana kami? Habis semua," ungkap dia.

Pascakejadian, Evi menuturkan anak-anaknya diungsikan sementara ke rumah ibunya. Untuk menghilangkan trauma anak, dirinya berupaya menghibur dengan membawakan mainan dan menyetel film kartun.

"Anak saya ungsikan ke rumah neneknya biar lepas dari sini gitu, dengan cara bawa mainan atau dengan cara melihat film kartun, game. Saya bacain dongeng, tapikan namanya pikiran anak masih jernih mbak, lebih kuat dia daripada kita. 'Bunda rumah kita masih hanyut, aku nggak mau ini bunda'. Ya Allah aku gimana caranya," tutur Evi.

Diberitakan sebelumnya, Camat Jagakarsa, Alamsyah, mengungkapkan banjir di Kelurahan Ciganjur, Jakarta Selatan (Jaksel) terjadi karena luapan anak Kali Setu. Aliran kali tertutup longsoran tembok perumahan hingga air meluap dan menggenangi permukiman warga.

"Banjir hari ini terjadi karena yang pertama yaitu untuk kali, anak Kali Setu itu tertutup longsoran tembok dari Melati Residence, sehingga air yang harusnya mengalir dari arah selatan menuju utara tertutup sehingga air meluap ke permukiman warga," kata Alamsyah saat ditemui di lokasi banjir Ciganjur, Sabtu (10/10).


(aud/aud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT