ADVERTISEMENT

Catatan Ketua Muda MA Militer soal Kasus LGBT

Andi Saputra - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 13:01 WIB
Update gedung MA, Kamis (7/4/2016).
Gedung Mahkamah Agung (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Ketua Muda MA bidang militer Burhan Dahlan meminta para hakim militer tidak ragu memecat anggota TNI yang memiliki orientasi seksual lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Sebab, saat ini ada 20-an perkara yang terdakwanya didakwa LGBT tapi malah divonis bebas oleh Pengadilan Militer tingkat pertama.

"Ada 20 perkara. Ada letkol dokter. Ada yang baru lulusan Akademi Militer, letnan dua," ujar Burhan dalam pembinaan kepada para hakim yang dilakukan secara daring dan disiarkan di YouTube, Senin (12/10/2020).

Burhan menilai banyaknya anggota TNI yang menjadi LGBT karena faktor gaya hidup. Mereka yang ketahuan lalu diproses oleh pimpinan TNI dan diserahkan ke Pengadilan Militer dengan tuntutan oditur militer agar para terdakwa dipecat.

Namun karena didakwa menggunakan Pasal 292 KUHP, para terdakwa bebas. Pasal 292 itu mengatur pasal pencabulan orang dewasa dengan anak-anak.

Atas banyaknya putusan bebas itu, Burhan dihubungi pimpinan Angkatan Darat (AD) mengapa anggota LGBT itu malah dibebaskan. Malah ada anggota TNI yang dianggap sebagai dedengkot LGBT di lingkungan militer tapi dibebaskan.

"Saya limpahkan ke Pengadilan Militer untuk dipecat, malah dibebaskan," kata Burhan menirukan ucapan pimpinan TNI AD.

Oleh sebab itu, Burhan meminta para hakim memakai Pasal 103 KUHP Militer soal Pembangkangan terhadap Perintah Dinas. Di mana sudah beredar telegram pada 2009 bahwa anggota TNI dilarang menjadi homoseksual dan bagi yang terbukti homoseksual dipecat.

"Tidak usah dibikin hidup yang seperti itu," ujar Burhan.

Lihat juga video 'Kejagung Larang LGBT Jadi CPNS, PPP: Agar Tak Menular':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/knv)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT