Jokowi: Jatim dan Sulsel Bisa Perbaiki Pengendalian COVID-19, Bisa Ditiru

Tim detikcom - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 10:12 WIB
Presiden Joko Widodo menjadi inspektur upacara HUT TNI ke-75 di Istana Negara pada 5 Oktober 2020
Presiden Jokowi (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh provinsi di Indonesia terus menekan angka kasus positif COVID-19 di wilayahnya. Pemerintah daerah diminta terus menyampaikan pentingnya mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

"Yang penting menekan terus kasus-kasus positif dengan terus menyampaikan pentingnya kedisiplinan terhadap protokol kesehatan," kata Jokowi dalam rapat terbatas 'Laporan Komite Penanganan COVID-19 dan PEN' yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Kabinet, Senin (12/10/2020).

Jokowi pun mencontohkan Jawa Timur dan Sulawesi Selatan yang pengendalian COVID-19 di daerahnya mengalami perbaikan. Dia meminta provinsi-provinsi lain meniru keberhasilan dua wilayah itu dalam mengendalikan COVID-19.

"Saya mencatat dari angka-angka yang ada, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan perbaikan pengendalian COVID. Saya kira ini bisa dijadikan contoh provinsi-provinsi lain," ujarnya.

Lebih lanjut, Jokowi meminta jajarannya terus memonitor secara ketat 8 provinsi prioritas. Pengetesan hingga pelacakan, lanjutnya, harus terus diperbaiki.

"Saya minta tetap 8 provinsi prioritas tetap dimonitor secara ketat, testing, tracing dan treatment terus diperbaiki, sehingga gap antara provinsi satu dengan lain, terutama testing bisa kejar dengan baik," kata Jokowi.

Dalam rapat itu, Jokowi juga memaparkan 12 kabupaten/kota/kotamadya yang menyumbang 30 persen kasus aktif virus Corona (COVID-19). Wilayah terbanyak berada di Provinsi DKI Jakarta.

Dari 12 wilayah yang disebut, lima di antaranya di Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Sisanya berada di Kota Ambon, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Kota Padang, dan Kota Pekanbaru.

"Saya juga minta 2 minggu ke depan diprioritaskan untuk 12 kabupaten/kota yang memiliki kasus aktif lebih dari 1.000 yang menyumbang 30 persen total kasus aktif nasional, yaitu Kota Ambon, Jakarta Utara, Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Kota Jayapura, Kota Padang, Jakarta Pusat, Jakarrta Barat, Kota Pekanbaru, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur," kata Jokowi.

(mae/fjp)