Round-Up

Klaim Corona Melandai di DKI, PSBB Pun Balik Transisi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 06:48 WIB
Pemprov DKI Jakarta kembali memberlakukan kebijakan PSBB Transisi. Meski begitu, kebijakan ganjil genap diketahui belum akan diterapkan di jalanan Ibu Kota.
Jakarta / Foto: DEDY ISTANTO
Jakarta -

Setelah satu bulan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diberlakukan dengan ketat, aturan di Jakarta kembali berubah. Kini, PSBB transisi kembali diberlakukan dengan alasan kasus Corona sudah melandai.

Keputusan kembali ke PSBB transisi ditetapkan lewat Pergub DKI 101/2020 dan Kepgub DKI 1020/2020. Pemprov DKI lalu merilis keterangan tertulis bertajuk 'Kasus COVID-19 Melandai, Jakarta Kembali ke PSBB Transisi'.

"Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi DKI Jakarta, tampak adanya pelambatan kenaikan kasus positif dan kasus aktif meski masih terjadi peningkatan penularan," demikian bunyi keterangan tertulis Pemprov DKI, Minggu (11/10/2020).

PSBB transisi DKI diberlakukan mulai 12 Oktober-25 Oktober 2020. Jika tidak ada peningkatan kasus Corona secara signifikan, PSBB transisi dapat diperpanjang

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan keputusan itu berdasarkan laporan kasus harian, kasus kematian harian, tren kasus aktif, dan tingkat keterisian RS Rujukan COVID-19.

Anies memaparkan grafis penambahan kasus positif dan kasus aktif harian mendatar (stabil) sejak dilakukan PSBB ketat, yaitu 13 September 2020. emudian, terdapat tanda awal penurunan kasus positif harian dalam 7 hari terakhir.

"Pelandaian pertambahan kasus harian sejak pengetatan PSBB tampak pada grafik kasus onset dan juga pada nilai Rt atau reproduksi virusnya. Grafis onset merupakan grafis kasus positif yang didasarkan pada awal timbulnya gejala, bukan pada keluarnya laporan hasil laboratorium," demikian paparan Pemprov DKI.

Simak video 'Aturan Tambahan Pengunjung Restoran di PSBB Masa Transisi':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2