Ngeri! Warga Cerita Momen saat Tertimbun Puing-puing Longsor di Ciganjur

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Minggu, 11 Okt 2020 22:26 WIB
Sisa longsor di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, mulai dibersihkan petugas. Pembersihan material longsor itu diperkirakan memakan waktu lebih dari seminggu.
Longsor di Ciganjur Jaksel (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Peristiwa banjir dan longsor terjadi di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel). Warga pun mengungkap momen mengerikan saat tertimbun material longsor.

"Itu (kejadian) setelah adzan magrib selesai dan saya posisi di kamar tidur. Kebetulan kamar tidur saya dekat dengan tebing, tembok. Lalu pas sudah adzan selesai, saya lagi tiduran, ada suara 'gleder-gleder'. Dan (saat longsor) itu saya sudah posisi setengah badan kena reruntuhan," ujar Irvan Maulana (23), saat ditemui di rumahnya di RT 4/2 Ciganjur, Jagakarsa, Jaksel, Minggu (11/10/2020).

"Iya, kaki sebelah kanan, bibir sama tangan memar-memar sih (akibat tertimbun longsor), luka-luka. (Badan saya) kejepit reruntuhan. Kurang lebih 3-4 menit saya tidak bisa gerak, saya sudah pasrah kan," lanjutnya.

Salah Satu Warga Menceritakan Momen saat Tertimbun Puing Longsor di CiganjurSalah Satu Warga Menceritakan Momen saat Tertimbun Puing Longsor di Ciganjur Foto: Sachril/detikcom

Irvan menjelaskan longsor ini terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, kemarin. Saat longsor terjadi, lanjutnya, pintu kamarnya juga terkunci akibat puing-puing material longsor.

Dia pun mengaku bisa lepas dari material puing-puing saat terjadi longsor susulan.

"(Saya) terjepit tertahan dan pintu (kamar) terkunci. Saya sudah teriak-teriak, minta tolong, akhirnya ada longsor berikutnya menimpa pintu kamar saya dan jebol ke dalam, beserta dengan air masuk. Iya alhamdulillah saya bisa lolos (setelah longsor kedua terjadi) dan akhirnya saya masuk pintu ruang tamu, itu posisi pintu luar sedang terkunci," terang dia.

Irvan mengatakan air yang masuk ke rumahnya sudah selututnya. Ketika dia ingin keluar ke luar rumah, pintu depan terkunci karena tertahan material longsor. Dia pun mengaku bisa keluar dari rumah setelah dievakuasi warga.

"Saya sudah dobrak-dobrak pintu supaya bisa keluar, alhamdulillah kunci pintu nempel di gagangnya, dan itu (pintu) bukanya susah karena banyak batu. Posisi saya kepala sama tangan sudah di luar, jadi saya terjepit. Lalu saya diselamatkan warga, didobrak pintunya dan saya keluar," kata Irvan.

Meski begitu, dia menyebut keluarganya selamat. Ketika kejadian longsor terjadi, orangtuanya yang berada di ruang tamu langsung pindah ke ruangan saudaranya.

Dari kejadian ini, Irvan mengatakan hampir seluruh rumahnya rusak tertimpa puing-puing. Selain itu, 2 motor dan barang elektronik di rumahnya rusak.

"Cepat banget (kejadian banjir dan longsor ini), sedang hujan deras dan petir lumayan kencang. Untungnya sertifikat rumah bisa dievakuasi petugas, alhamdulillah. Kendaraan dua (rusak), motor 1 selamat. Mungkin lebih dari Rp 200 juta (total kerugian)," imbuh Irvan.

Selanjutnya
Halaman
1 2