Wagub DKI Tinjau Lokasi Banjir-Longsor di Ciganjur Jaksel

Tiara Aliya - detikNews
Minggu, 11 Okt 2020 16:35 WIB
Wagub DKI Jakarta A Riza Patria tinjau lokasi banjir dan longsor di Ciganjur Jaksel (Foto: Tiara/detikcom)
Wagub DKI Jakarta A Riza Patria tinjau lokasi banjir dan longsor di Ciganjur, Jaksel. (Tiara/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengunjungi lokasi banjir dan tanah longsor di Ciganjur, Jakarta Selatan. Ini kedua kalinya Riza berkunjung ke kawasan terdampak longsor dan banjir tersebut.

Pantauan detikcom, Minggu (11/10/2020), begitu tiba, Riza langsung mendatangi titik longsor di Perumahan Melati Residence yang menyebabkan anak Kali Setu meluap ke permukiman warga karena alirannya tertutup longsoran.

"Ya sebagaimana sudah disampaikan tadi malam ada pagar turap tanggul dari satu perumahan di wilayah Jagakarsa yang rubuh sehingga menutupi sungai kecil yang ada di Jagakarsa. Akibat tersebut maka sungai tertutup aliran air akhirnya mengalir ke wilayah perumahan menggenangi kurang lebih 300 an rumah dan akibat tersebut juga ada 4 rumah yang juga tertimpa oleh pagar sehingga menyebabkan ada seorang wanita umur 42 meninggal tadi malam seketika, kami juga sudah mendatangi melayat dan memberikan bantuan," kata Riza di Ciganjur, Jakarta Selatan, Minggu (11/10/2020).

Saat ini, Riza mengatakan bahwa tinggi genangan air di lokasi telah mengalami penurunan menjadi 30 sentimeter. Namun, beberapa rumah masih tergenang banjir dan 271 warga masih mengungsi.

"Kemudian berikutnya pengungsian yang tadi malam berjumlah awalnya sampai 400-500, tadi tersisa sampai saat ini tinggal 271. Dan genangan air tadi malam yang tadinya sudah mencapai 1,5 meter sekarang kurang lebih tinggal 30 cm. Ada beberapa rumah yang masih tergenang," jelasnya.

Riza pun memastikan bahwa protokol kesehatan tetap diterapkan di dalam pengungsian warga. Tujuannya agar tidak terjadi klaster baru di dalam pengungsian.

"Jadi alhamdulillah bisa kita kendalikan dengan baik sejak tadi malam bantuan kita berikan makanan, minuman, obat-obatan kemudian masker semua kita minta tetap melaksanakan protokol COVID agar tidak terjadi klaster baru di wilayah pengungsian," ungkap Riza.

Riza berharap perbaikan tanggul longsor ini bisa segera terlaksana. Meski demikian, kata dia, perbaikan tanggul terkendala padatnya permukiman di sekitar area yang longsor.

"Ya kita harapkan perbaikan ini dilakukan secepat mungkin ya memang disini ada kendala kendalanya ini permukimannya cukup padat, pintu masuknya hanya satu melalui sini jadi kami sekalipun memiliki alat berat jumlahnya lebih dari 200 lebih kita punya alat berat tidak bisa kita kerahkan, hanya bisa 1-2-3 alat berat yang bisa dikerahkan karena keterbatasan lahan yang ada untuk ruang geraknya," kata dia.

"Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan kita sudah bisa mengangkat puing puing beton, tanah longsoran yang menutupi sungai supaya kalau ada hujan dalam beberapa hari ke depan tidak terjadi banjir lagi," sambungnya.

(mae/mae)