Jokowi Bicara Hoax soal UU Cipta Kerja, KSPI: Belum Buat Kami Tenang

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Sabtu, 10 Okt 2020 12:25 WIB
Presiden Jokowi buka-bukaan soal UU Cipta Kerja.
Presiden Jokowi buka-bukaan soal UU Cipta Kerja, Jumat (9/10/2020). (Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara terkait polemik omnibus law UU Cipta Kerja (Ciptaker). Ketua Departemen Komunikasi dan Media KSPI Kahar S Cahyo mengatakan polemik UU Ciptaker dapat selesai jika sudah ada draf final.

"Masalah ini akan selesai kalau kemudian draf final itu yang dibilang Bukhori (anggota Baleg DPR dari F-PKS) itu dipublikasikan, disampaikan," kata Kahar dalam diskusi virtual Polemik Trijaya yang bertema 'Pro Kontra UU Cipta Kerja' pada Sabtu (10/10/2020).


Lebih lanjut Kahar mengatakan pernyataan Jokowi saat menjelaskan hoax terkait UU Ciptaker belum membuat serikat buruh tenang. Sebab, serikat buruh masih merujuk pada salinan draf yang diperoleh saat pembahasan Panitia Kerja (Panja) RUU Ciptaker.

"Sebenarnya belum membuat kami tenang ya, karena memang acuan kami adalah hasil pembahasan di Panja, draf-draf yang kami dapatkan, termasuk draf awalnya, yang kami pertama kami beri masukan melalui tim yang saya sebutkan tadi," jelas Kahar.

Kahar pun menyoroti aturan soal cuti panjang dalam UU Ciptaker. Menurutnya, UU Ciptaker memang masih memuat aturan cuti haid dan cuti lainnya. Namun, ia menilai masih ada persyaratan di UU Ciptaker yang menurutnya mereduksi hak buruh,

"Misalnya cuti, cuti haid dan dan lain-lain, itu memang masih ada di UU existing-nya, tapi persoalan mendasarnya adalah misalnya upah cuti panjang," kata Kahar.

"Perubahan-perubahan ini sebenarnya yang kami kritisi. Memang cutinya masih ada, tetapi ada persyaratan ada yang direduksi menjadi permasalahan dari kawan-kawan buruh," imbuhnya.

Simak video 'Alasan Jokowi Sebut Demo Omnibus Law Dilatarbelakangi Hoax':

[Gambas:Video 20detik]