Ombudsman Pantau Penanganan Massa yang Diamankan Polda Metro, Ini Hasilnya

Yulida Medistiara - detikNews
Sabtu, 10 Okt 2020 11:35 WIB
Plt Kepala Perwakilan Ombudsman Banten Teguh P. Nugroho
Foto: Bahtiar Rifai/detikcom
Jakarta -

Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya memantau penanganan massa yang diamankan Polda Metro Jaya dalam demo penolakan UU Cipta Kerja yang berakhir ricuh. Menurut Ombudsman, penanganan yang dilakukan kepolisian sudah mengikuti protokol kesehatan.

Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya Teguh P Nugroho mengatakan pihaknya datang ke Polda Metro Jaya untuk memantau apakah para tahanan diperlakukan dengan baik, dilakukan rapid test, serta ada-tidaknya potensi kekerasan dan mendapatkan pendampingan hukum. Pemantauan dilakukan pada Jumat (9/10).

"Sejauh pantauan kami, pengamanan yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya telah berlangsung cukup baik, ada rapid test yang dilakukan, pemberian konsumsi yang cukup baik, tidak ditemukan tindak kekerasan dalam proses pengamanan walaupun sulit memberlakukan social distancing karena keterbatasan lahan, tapi air flow di tempat pengamanan cukup baik," kata Teguh kepada wartawan, Sabtu (10/10/2020).

Teguh mengatakan, berdasarkan data Polda Metro Jaya, sebanyak 1.192 orang ditangkap. Dari jumlah itu, 285 orang terindikasi pidana, sisanya dikembalikan ke orang tuanya.

Teguh menyebut kedatangan tim Ombudsman ke Polda juga untuk mengonfirmasi apakah para tahanan yang diproses hukum sudah mendapat pendampingan hukum atau belum. Berdasarkan informasi yang ia peroleh, demonstran yang diamankan sudah mendapat bantuan hukum dari LBH, Kontras, dan lainnya.

"Informasi yang kami peroleh, saat ini proses pendampingan kepada para tersangka sudah dapat dilakukan. Kita monitoring terus nanti untuk memastikan prosesnya berjalan dengan baik," ujarnya.

(yld/idh)