Deretan Peristiwa Menonjol di Demo Jakarta sampai Petang Ini

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 08 Okt 2020 18:26 WIB
Halte TransJ Bundaran HI dibakar massa (Foto: Ilman/detikcom)
Halte TransJ Bundaran HI dibakar massa (Ilman/detikcom)

5. Pos Polisi Patung Kuda dan Harmoni Dirusak-Dibakar

Perusakan oleh massa juga terjadi di Bundaran Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta. Massa langsung merangsek masuk ke pos polisi yang menempel di simpang Monas tersebut.

Pantauan detikcom di lokasi per pukul 15.13 WIB, Kamis (8/10), awalnya massa melempar barikade polisi. Beberapa massa pun melempar bom molotov.

Polisi membalas serangan massa dengan menembakkan water cannon dan gas air mata. Setelah itu, bubar dan terpencar. Saat kondisi bubar itulah, beberapa massa merusak pos polisi. Kaca pos polisi pun dipecahkan oleh massa. Pos polisi dibakar.

Selain pos polisi (pospol) di Bundaran Patung Kuda Wijaya, pospol di perempatan Harmoni dirusak pendemo. Massa yang menolak UU Cipta Kerja merusak pospol saat kericuhan terjadi di lokasi.

Tampak pos polisi di kawasan Harmoni telah dirusak massa. Kaca pos polisi pun telah pecah.

Selain itu, terlihat coretan-coretan vandalisme di pos polisi Harmoni.

6. Massa Lempari Polisi, Polisi Tembaki Air Mata

Massa pendemo juga beraksi di kawasan Harmoni, Jakarta. Mereka melakukan aksi melempar polisi dengan botol, dan menendang penjagaan polisi.

Pantauan detikcom per pukul 13.18 WIB, di lokasi, massa sekitar 200 orang datang pukul 12.30 WIB. Mereka membawa spanduk dan bendera Merah-Putih ditambah 2 mobil komando. Seorang orator dari mobil komando tampak terus menyuarakan protes terkait pengesahan UU Cipta Kerja.

Sekitar 20 menit kemudian, terjadi keributan antara massa dan polisi yang berjaga. Tak hanya itu, mereka juga melempari polisi yang sedang bersiaga di salah satu gedung sekitar Harmoni.

Polisi yang menyekat perempatan Harmoni menuju depan Istana Merdeka dilempari botol oleh massa tersebut. Tak hanya itu, tameng yang digunakan oleh polisi ditendang-tendang oleh massa.

Polisi yang berjaga tidak membalas serangan dari massa tersebut. Kondisi di lokasi sempat mereda beberapa. Namun, tak lama kemudian, massa kembali melempar botol ke arah polisi dan kembali ricuh.

Halaman

(rdp/fjp)