MITJ Garap 11 Proyek Prioritas Mulai 2021, Kembangkan Integrasi Transportasi

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Kamis, 08 Okt 2020 17:11 WIB
Kementerian Perhubungan akan meningkatkan kapasitas penumpang angkutan darat baik pribadi maupun umum. Nantinya penumpang yang bisa diangkut mencapai 75 persen.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) akan menjalankan 11 proyek program prioritas mulai 2021 mendatang. Salah satu yang akan dikembangkan dalam proyek prioritas itu adalah integrasi ticketing.

"Ada 11 yang menjadi prioritas dan harus dikerjakan di tahun 2021," ujar Tuhiyat dalam acara diskusi daring, Kamis (8/10/2020).

Tuhiyat mengatakan selain akan mengerjakan 11 program prioritas, MITJ juga tengah menyiapkan dokumen awal untuk proyek Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Tanah Abang.

"Kemudian yang kedua adalah melakukan penyiapan dokumen awal untuk TOD Tanah Abang," katanya.

Tuhiyat mengatakan, dokumen awal itu nantinya akan dibahas bersama DPRD DKI Jakarta. Hal itu dilakukan untuk membenahi regulasi yang ada.

Menurutnya, pembahasan regulasi itu perlu dilakukan. Sehingga, apa yang dilakukan MITJ dalam mengerjakan proyek tidak bertentangan dengan regulasi di atasnya.

"Supaya action yang kita lakukan nggak bertentangan dengan regulasi di atasnya, kita akan melakukan pengawasan stasiun melalui tools teknologi, melakukan penataan stasiun," ucap Tuhiyat.

Lebih lanjut, Tuhiyat mengatakan akan ada pembagian biaya yang dilakukan oleh para pemilik saham dalam pengerjaan proyek. Selain itu, pihak ketiga juga akan dilibatkan untuk bekerja sama dalam berinvestasi.

"Bisa sharing cost-nya, domainnya bisa kita siasati, ada share dana dari pemilik saham, kedua kita bisa kerja sama dengan pihak ketiga," kata Tahiyat.

Empat dari 11 proyek yang akan digarap tahun depan itu, MITJ bakal mengembangkan beberapa sektor moda transportasi bersama operator. Mereka akan menyiapkan dan menetapkan strategi integrasi untuk menyesuaikan layanan dengan situasi COVID-19.

Termasuk menjalin kemitraan mengembangkan integrasi lintas moda transportasi.

"Menjalin kemitraan yang koheren untuk mengembangkan platform pembayaran dan pertiketan yang terintegrasi lintas moda (infrastruktu, sistem)" jelas Tahiyat.

(man/idn)