Integrasi Ticketing, Pemprov DKI Bakal Gandeng Taksi-Ojol

M Ilman Nafi'an - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 20:32 WIB
Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan melakukan uji coba kanalisasi angkutan umum di bawah stasiun MRT Lebak Bulus, Rabu (28/8/2019).
Upaya integrasi ticketing transportasi di Jakarta, Pemprov DKI akan gandeng taksi hingga ojek online (ojol) (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyepakati dengan adanya integrasi ticketing transportasi publik di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan integrasi ticketing nantinya akan dikelola oleh PT JakLingko Indonesia.

Anies mengatakan, selain perusahaan transportasi pusat dan daerah, pihaknya juga akan mengajak perusahaan swasta dalam integrasi ticketing ini. Perusahaan yang akan diajak kerja sama itu yakni taksi dan ojek online (ojol).

"Nah kita berkeinginan untuk mengintegrasikan ke semua moda transportasi, sekarang kita di tingkat negara, daerah sudah tersambungkan. Lalu ada perusahaan milik swasta mulai dari taksi sampai dengan ojek online. kalau sudah ada perusahaan yang mengelola sistem pembayarannya maka jauh lebih memudahkan untuk mengintegrasikan dengan yang lain," ujar Anies dalam acara penandatanganan perjanjian pemegang saham sistem integrasi pembayaran antarmoda transportasi yang disiarkan di saluran YouTube Kementerian Perhubungan, Rabu (15/7/2020).

Integrasi ticketing ini merupakan kerja sama dari empat perusahaan. Pihak yang melakukan penandatanganan nota kesepahaman integrasi ticketing yakni Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Dwi Wahyu Daryoto; Direktur Utama PT MRT Jakarta, William P Sabandar; Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Sarjdono Jhony Tjitrokusumo; dan Direktur Utama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ), Tuhiyat.

Anies mengatakan, masing-masing perusahaan memberikan dananya secara patungan untuk menciptakan integrasi ticketing.

"Ada tambahan terkait dengan joint venture (perusahaan patungan), diketahui bahwa empat ini nanti patungan. 20 persen (PT MRT Jakarta), 20 persen (PT Jakpro), 20 persen (PT Transportasi Jakarta), dan MITJ 40 persen, jadi 100 persen sahamnya, 3 perusahaan masing-masing 20 persen dan MITJ 40 persen. Jadi itu kira-kira share patungan dari join venture ini," katanya.

Lebih lanjut, Anies mengatakan, pihak saat ini masih melakukan kajian mengenai bentuk dari tiket tersebut, apakah akan menggunakan kartu atau aplikasi di smartphone. Namun, integrasi ticketing itu akan menggunakan satu perangkat (device).

"Pada sore hari ini ticketing-nya menjadi satu. Dengan begitu kita bisa nantinya, menyaksikan warga cukup dengan memiliki satu device, apakah itu nantinya kartu apakah nantinya cellphone apapun tetapi instrumen tunggal yang bisa digunakan untuk semua moda transportasi di Jakarta," katanya.

(jbr/jbr)