Hendak Demo di Patung Kuda Jakarta, 8 Remaja Diamankan-Buruh Diminta Bubar

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Kamis, 08 Okt 2020 10:50 WIB
Pengamanan demo tolak UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda Jakarta. 8 pemuda diamankan, masa buruh diminta bubar.
Foto: Sachril Agustin Berutu/detikcom
Jakarta -

Polisi mengamankan demo buruh dan mahasiswa di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat (Jakpus). Ada delapan remaja yang diamankan petugas, sementara massa buruh diminta bubar.

Pantauan detikcom, Kamis (8/10/2020) sekitar pukul 10.00 WIB, ada puluhan personel gabungan TNI-Polri yang melakukan pengamanan di sekitar Patung Kuda. Selain itu, ada polisi yang mengatur lalu lintas di sekitar Patung Kuda

Dari pengamanan ini, ada delapan remaja yang diamankan petugas. Para remaja ini berpakaian bebas atau tidak berseragam sekolah.

Ke-8 remaja ini diminta polisi duduk di trotoar. Polisi pun sesekali menanyakan alasan para remaja ini datang ke sekitar Monas. Tak lama, para remaja ini digiring masuk ke kawasan Monas.

Bukan hanya remaja, ada sekitar 20 buruh di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, tepatnya di dekat pintu masuk Monas. Para buruh ini membawa bendera dan spanduk.

Polisi pun meminta massa buruh pergi meninggalkan lokasi. Sebab, saat ini DKI Jakarta sedang melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat.

Korlap F-SPTSK KSPSI Harun mengatakan ada sekitar 30 buruh yang datang ke Patung Kuda Arjuna Wiwaha. Harun mengaku ingin menyampaikan aspirasi tentang omnibus law UU Cipta Kerja.

Namun, lanjutnya, aspirasi tidak bisa disampaikan karena Jakarta sedang PSBB ketat dan pandemi COVID-19. Polisi, kata dia, meminta dirinya dan teman-temannya pergi meninggalkan lokasi.

Harun pun mengatakan akan pergi meninggalkan lokasi bila seluruh temannya telah datang.

Pengamanan demo tolak UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda Jakarta. 8 pemuda diamankan, masa buruh diminta bubar.Pengamanan demo tolak UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta. Delapan pemuda diamankan, massa buruh diminta bubar. (Sachril Agustin Berutu/detikcom)

"Awalnya mau sampaikan aspirasi omnibus law yang ditandatangani tanggal 5. Iya, janjian kumpul di sini. Makanya kami minta waktu sebentar saja (ke polisi), tunggu teman kami yang belum datang. Kalau datang, yuk bubar, kita pulang karena situasi pandemi. Jadi, kalau kita pulang, tahu-tahu dia datang, 'Bapak kok selaku pimpinan ngundang, kita datang nggak ada', gitu aja," ungkapnya.

Tak lama, para buruh ini berfoto bersama di dekat pintu masuk Monas. Setelah itu, para buruh ini meninggalkan lokasi.

(aik/aik)