Antisipasi Demo Tolak UU Cipta Kerja, Panser-Barracuda Disiagakan di DPR

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 08 Okt 2020 08:56 WIB
Persiapan pengamanan antisipasi demo di depan Gedung DPR.
Persiapan pengamanan antisipasi demo di depan gedung DPR. (Rolando/detikcom)
Jakarta -

Polisi menyiapkan sejumlah langkah pengamanan mengantisipasi demo penolakan omnibus law UU Cipta Kerja. Aparat keamanan gabungan hingga kendaraan taktis disiagakan di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan.

Pantauan detikcom di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2020), pukul 08.15 WIB, aparat gabungan menggelar apel pasukan. Aparat gabungan terdiri atas TNI dan Polri.

Terpantau ada 2 panser TNI terparkir di halaman depan gedung DPR menghadap ke Jalan Gatot Subroto. Selain itu, 2 kendaraan Barracuda miliki Polri juga disiagakan. Adapun 3 water cannon dan 1 mobil barrier terparkir di halaman depan gedung DPR.

Persiapan pengamanan antisipasi demo di depan Gedung DPR.Persiapan pengamanan antisipasi demo di depan gedung DPR. (Rolando/detikcom)

Bukan hanya aparat keamanan gabungan dan kendaraan taktis, sejumlah petugas pemadam kebakaran (damkar) beserta 4 unit mobil damkar telah disiapkan di lokasi.

Hingga saat ini, belum terpantau ada pergerakan massa aksi ke gedung DPR. Arus lalu lintas (lalin) di depan gedung DPR pun tampak normal.

Seperti diketahui, hari ini adalah puncak dari aksi mogok nasional buruh dan pekerja. Berbagai demo penolakan omnibus law UU Cipta Kerja telah digelar di berbagai daerah dan berujung ricuh.

Persiapan pengamanan antisipasi demo di depan Gedung DPR.Persiapan pengamanan antisipasi demo di depan gedung DPR. (Rolando/detikcom)

Ketua Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos menyebut kaum buruh melakukan aksi di pemda dan kawasan industri seluruh Indonesia pada 6-7 Oktober dan hari ini. Nining menyebut aksi penolakan UU Cipta Kerja akan lebih besar di DPR atau Istana pada 8 Oktober 2020.

"Kalau tanggal 8 Oktober itu kan memang aksinya di DPR nanti, gerakan buruh bersama rakyat, bersama aliansi di daerah-daerah. Tanggal 8 itu akan lakukan aksi di Jakarta gitu. Apakah di DPR atau Istana, tapi sementara di DPR gitu," ucapnya, saat dihubungi, Selasa (6/10/2020).

(rfs/idn)