TGPF Penembakan Intan Jaya Tiba di Papua, Langsung Gelar Rapat

Idham Kholid - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 17:04 WIB
Tim Gabungan Pencari Fakta kasus penembakan tiba di Intan Jaya, Papua.
Tim Gabungan Pencari Fakta kasus penembakan tiba di Intan Jaya, Papua. (Foto: dok. Twitter Menko Polhukam Mahfud Md)
Jakarta -

Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) tiba di Intan Jaya, Papua, untuk menyelidiki sejumlah kasus penembakan di wilayah itu. Penembakan itu menewaskan 2 anggota TNI, 1 orang warga sipil, dan 1 pendeta dalam 14 hari.

"Tim Gabungan Pencari Fakta kasus penembakan di Intan Jaya telah tiba di Papua, Rabu pagi ini," kata Menko Polhukam Mahfud Md melalui akun Twitter-nya, Rabu (7/10/2020).

Mahfud mengatakan tim tersebut dipimpin Benny Mamoto. Mahfud menegaskan tim langsung bekerja.

"Tim dipimpin Benny Mamoto, beranggotakan unsur tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh kampus, dan langsung bekerja hari ini," ujarnya.

Mahfud juga mengunggah video kedatangan TGPF di Intan Jaya. Tim tampak langsung menggelar pertemuan.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud Md, yang juga sebagai penanggung jawab TGPF untuk mengusut kasus penembakan di Intan Jaya, Papua, memberikan tenggat dua minggu kepada tim untuk bekerja. Mahfud berharap TGPF memperoleh kesimpulan atas kasus yang menewaskan 2 anggota TNI, 1 orang warga sipil, dan 1 pendeta ini dalam 14 hari.

"Hari ini adalah hari pertama kita rapat untuk segera mulai kerja karena waktu yang diberikan kepada tim ini hanya dua minggu," kata Mahfud dalam rapat yang digelar di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, yang disiarkan melalui YouTube Kemenko Polhukam, Senin (5/10/2020).

Mahfud mengatakan tim akan mencari fakta serta data untuk mengungkap peristiwa penembakan ini. Kesimpulan dari investigasi akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan diumumkan kepada masyarakat.

"Kita akan segera untuk mencari fakta-fakta informasi, data, dan sebagainya yang nanti akan dilaporkan kepada Menko dan Menko akan melapor kepada Presiden dan juga kepada masyarakat secara terbuka," katanya.

(idh/jbr)