Lembaga Adat Melayu Anggap Annas Tak Elok Bicara Riau Pesisir saat Pandemi

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 16:41 WIB
Annas Maamun
Annas Maamun. (Foto: Tya Eka)
Pekanbaru -

Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau menilai wacana pemekaran Riau Pesisir yang digaungkan Mantan Gubernur Riau, Annas Maamun tak elok. Apalagi isu itu disampaikan di tengah pandemi COVID-19.

"Memang secara politis di tingkat daerah itu sudah final ya (Riau Pesisir), sudah ada rekomendasi dari DPRD Riau. Namun, pada kondisi saat ini kebetulan memang moratorium ini (soal pemekaran) tidak ada satupun daerah yang bisa dimekarkan. Itu sudah kebijakan negara, sampai hari ini masih tetap berlaku itu," kata Ketua Dewan Pengurus Harian (DPH), Datuk Syahril Abu Bakar dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (7/10/2020).

Menurut Syahril, pemekaran Riau Pesisir dinilai memang merupakan harapan masyarakat. Tetapi, dengan perkembangan terakhir infrastruktur di Riau yang semakin baik dengan hadirnya jalan tol, dinilai tidak perlu tergesa-gesa untuk pemekaran.

"Kondisi perekonomian bangsa juga seperti ini (imbas pandemi), rasa-rasanya tak perlu kita tergesa-gesalah. Kalau soal perjuangan itu, ya terus kita laksanakan. Pada kondisi dan momen yang pas nanti, ya (silahkan saja). Kalau hari ini kondisi COVID-19 bicara politik-politik gitu rasanya kurang elok ya," kata Syahril.

Wacana yang disampaikan Annas soal pemekaran, menurut Syahril hal yang wajar. Karena Annas Maamun termasuk salah satu penggagas pemekaran Riau Pesisir. Dan wacana yang disampaikan Annas di sidang paripurna ulang tahun Pemkab Rohil, hal yang wajar.

"Bagi kita semua yang terpenting saat ini bagaimana kesejahteraan masyarakat meningkat. Di tengah-tengah pandemi ini mungkin lain lagi persoalan yang kita prioritaskan. Prioritasnya tentu memutus mata rantai penyebaran. Kondisi saat ini tak pas, kita bicara politik pemekaran dan sebagainya itu," kata Syahrial.

Menurut Syahril, dari sudut pandang LAM, soal pemekaran wilayah secara adat dan budaya tidak mengenal yang namanya pemekaran wilayah. Artinya, sekalipun secara wilayah terpisah, secara adat dan budaya nantinya tetap bersatu. Misalkan saja, pemisahan Provinsi Kepri dari Riau.

"Pemekaran wilayah itu tak terlalu apa, karena kita secara adat dan budaya memang tak mengenal pemekaran. Hari ini walaupun Kepri sudah berpisah (dari Riau), secara adat budaya kita masih bersatu. Ya ini kan yang pisah hanya wilayah pemerintahan, tapi kalau wilayah adatnya tetap bersatu. Kalau pun ke depan ada Riau Pesisir seperti itu, ya itu masih tetap dalat adat budaya kita juga. Lembaga adat tak terlalu risau dengan persoalan pemekaran," kata Syahril.

"Dalam konteks ini (pemekaran), LAM Riau tak ada sikap seperti menolak atau mendukung. Yang terpenting bagaimana yang terbaik buat masyarakatlah," kata Syahril.

(cha/idn)