Gaungkan Wacana Riau Pesisir, Annas Maamun Dinilai Caper Usai Keluar Penjara

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Selasa, 06 Okt 2020 14:55 WIB
Annas Maamun
Annas Maamun (Foto: Tya Eka)
Pekanbaru -

Mantan Gubernur Riau Annas Maamun melontarkan wacana pembentukan Provinsi Riau Pesisir. Annas dinilai hanya mencari perhatian publik setelah keluar dari penjara.

"Saya menilai dia (Annas) mencoba menemukan panggungnya kembali (setelah keluar dari penjara). Menemukan panggungnya kembali supaya publik (perhatian) balik ke dia. Jadi seolah-olah dia ini, orang yang dulu membawa hoax, kemudian dia menghilang, lalu mencoba balikkan itu (perhatian) ke dia. Bukan mencari panggung ya, tapi menemukan panggungnya kembali," kata akademisi Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Riau, Tito Handoko, Selasa (6/10/2020).

Tito mengatakan Annas sengaja menggaungkan wacana pembentukan Riau Pesisir. Padahal, menurut Tito, Riau Pesisir tak lagi relevan dengan kondisi saat ini.

"Kalau kita melihat konteks sekarang, sudah tidak relevan lagi dengan kondisi yang sekarang. Apalagi kalau dikaitkan kebijakan moratorium. Sampai hari ini kan belum dicabut moratorium pemekaran wilayah itu. Kalau dia (Annas) mengatakan tiga bulan lagi akan ada provinsi baru, rasanya tidak mungkin ya, impossible," kata Tito.

Dia mengatakan pemekaran wilayah tak semudah yang dikatakan Annas. Menurutnya, butuh waktu panjang agar wilayah pemekaran baru bisa disetujui.

"Kalau menurut saya, sebaiknya justru pemekaran kabupaten dan kota, bukan provinsi. Karena otonomi daerah itu ada di kabupaten dan kota, bukan di provinsi. Yang langsung berhadapan dengan masyarakat itu ya pemerintah kabupaten/kota," kata Tito.

"Kalau Annas Maamun menyuarakan itu lagi (pemekaran provinsi), saya melihatnya hanya upaya menemukan panggungnya kembali. Panggungnya kan sempat hilang. Seolah-olah, setelah dia keluar (dari penjara), orang berbondong-bondong datang ke dia. Begitupun kita hormati dia sebagai orang tua. Dalam konteks pemekaran tersebut, tidak relevan lagi," sambungnya.