Hakim-Pegawai Reaktif Corona 61 Orang, PN Jakpus Perpanjang Lockdown

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 10:37 WIB
Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
Foto Gedung PN Jakpus: (Ari Saputra-detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat memperpanjang waktu lockdown hingga 16 Oktober 2020. Perpanjangan lockdown ini dikarenakan banyak hakim hingga pegawai PN Jakpus yang reaktif Corona (COVID-19).

"Bahwa sehubungan dengan hasil akhir pemeriksaan rapid tes dan swab tes Selasa 6 Oktober 2020, yang semula Pegawai PN Jakarta Pusat Reaktif berjumlah 40 orang, maka meningkat menjadi 61 orang termasuk pimpinan, hakim, ASN, satpam dan cleaning service, sehingga telah dilakukan swab test kepada 61 orang tersebut," ujar pejabat humas PN Jakpus, Bambang Nurcahyono, kepada wartawan, Rabu (7/10/2020).

Bambang mengatakan semula PN Jakpus ditutup hingga 9 Oktober 2020, kini diperpanjang sampai 16 Oktober 2020. Perpanjangan ini sudah sepengetahuan PT DKI Jakarta.

"Selanjutnya yang mulia Bapak Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah membuat surat pemberitahuan kepada yang mulia Bapak Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta untuk melakukan lockdown yang semula terhitung hari Rabu 7 Oktober 2020 sampai 9 Oktober 2020, menjadi terhitung hari ini Rabu 7 Oktober 2020 sampai dengan Jumat 16 Oktober 2020, sehingga PN Jakarta Pusat aktif kembali Senin 19 Oktober 2020," ucapnya.

Terkait hasil swab test 61 orang tersebut, Bambang mengatakan hasil tes akan keluar dua hingga tiga hari ke depan. Dia berharap hasil swab 61 orang yang reaktif Corona itu negatif.

Meski begitu, PTSP PN Jakpus masih akan menangani pendaftaran perkara yang sifatnya mendesak. Saat ini seluruh pegawai PN Jakarta Pusat melakukan work from home (WFH).

"Selanjutnya telah dijawab oleh Pengadilan Tinggi DKI melalui suratnya No.W10-U/8613/KP.04.2/10/2020, tanggal 6 Oktober 2020, yang pada pokoknya menyetujui untuk dilakukan lockdown PN Jakarta Pusat, dan dilaksanakan work from home (WFH) untuk seluruh Aparatur Pengadilan PN Jakarta Pusat selama lockdown tersebut," jelasnya.

Sebelumnya, PN Jakpus mengumumkan kembali menghentikan aktivitas di gedung pengadilan setelah ada dua ASN pengadilan dinyatakan positif Corona. Semua pegawai PN Jakpus akhirnya melaksanakan rapid dan swab test menyeluruh.

(zap/dhn)