DPRD DKI: Raperda COVID-19 Terlalu Luas, Padahal Waktu Pembahasan Singkat

ADVERTISEMENT

DPRD DKI: Raperda COVID-19 Terlalu Luas, Padahal Waktu Pembahasan Singkat

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Selasa, 06 Okt 2020 20:52 WIB
Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta soal Raperda Penanganan COVID-19
Foto: M Ilman/detikcom
Jakarta -

Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta bersama Pemprov DKI Jakarta tengah membahas Raperda Penanggulangan COVID-19. Ketua Bapemperda DPRD DKI Jakarta, Pantas Nainggolan, menilai aturan yang ada di Raperda tersebut terlalu luas dengan waktu pembahasan yang singkat.

"Raperdanya terlalu luas, seharusnya membutuhkan waktu yang lebih panjang. Kalau waktunya singkat, seharusnya bisa disampaikan dalam bentuk yang lebih sederhana dari Perda tersebut," ujar Pantas di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2020).

Raperda Penanggulangan COVID-19 ditargetkan akan disahkan pada 13 Oktober 2020. Pantas mengatakan, dalam Raperda itu, masih banyak bahan yang harus diperdebatkan.

Ketua sementara DPRD DKI Jakarta Pantas Nainggolan  (Dwi Andayani/detikcom) Ketua Bapemperda DPRD DKI Jakarta, Pantas Nainggolan (Dwi Andayani/detikcom)

"Kemudian ada hal-hal baru di Perda itu yang juga jadi bahan perdebatan, soal sanksi apa semuanya yang perlu kita pertimbangkan," ucap politikus PDIP ini.

Selain itu, Pantas menilai Raperda Penanggulangan COVID-19 tersebut terlalu banyak menuntut masyarakat. Namun, apa yang diberikan oleh Pemprov DKI tak banyak.

"Yang ketiga, terkesan Perda ini menuntut terlalu banyak dari masyarakat, sementara yang diberikan kurang memadai. Istilahnya masyarakat harus begini, harus begini, harus begini, tapi dukungan terhadap itu kurang nyambung," katanya.

Menurutnya, banyak hal yang harus dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Misalnya terus memberikan sosialisasi mengenai bahaya COVID-19.

"Jadi ada banyak hal yang harus dilakukan khususnya sosialisasi. Saya pikir sosialisasi tidak bisa tidak, itu harus gencar dilakukan agar masyarakat berperilaku seperti yang diinginkan, dan agar masyarakat sungguh-sungguh berperilaku seperti yang diinginkan, hal itu harus sungguh-sungguh rasional. Jadi masyarakat sadar kenapa melakukan ini, karena dia butuh ini dan ini, kan gitu," imbuh Pantas.

(man/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT