Kecelakaan Lalu Lintas di Jawa Naik 24,8%, Terbanyak di Jateng-Jatim

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 06 Okt 2020 19:21 WIB
Mobil MPV Tabrak Truk Hingga Ringsek di Tol Jombang, Pengemudi Selamat
Mobil MPV menabrak truk hingga ringsek di Tol Jombang, pengemudi selamat (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Polri melaporkan, pada pekan ke-40 tahun ini, terjadi 1.377 kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Jumlah ini mengalami peningkatan dibanding pekan sebelumnya.

"Sesuai dengan data yang kami sajikan di atas bahwa apabila dibandingkan angka laka lantas periode minggu ke-39 dengan minggu ke-40, terjadi kenaikan sebanyak 274 kejadian atau 24,84 persen," Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono kepada wartawan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2020).

Awi memerinci, pada pekan ini, dilaporkan ada 295 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Selain itu, dilaporkan ada 174 orang mengalami luka berat dan luka ringan sebanyak 1.591 orang. Kerugian materiel dilaporkan mencapai Rp 2.758.370.010.

Awi menambahkan lima polda di Indonesia memiliki angka kecelakaan lalu lintas tertinggi pada periode ini. Rinciannya adalah sebagai berikut:

1. Polda Jawa Tengah jumlah kecelakaan sebanyak 336 kejadian, meninggal dunia sebanyak 43 orang, luka berat sebanyak 5 orang, luka ringan sebanyak 392 orang. Adapun kerugian materiel sebesar Rp 311.300.000.

2. Polda Jawa Timur jumlah kecelakaan sebanyak 332 kejadian, meninggal dunia sebanyak 70 orang, luka berat sebanyak 10 orang, luka ringan sebanyak 406 orang. Adapun kerugian materiel sebesar Rp 340.200.000.

3. Polda Jawa Barat jumlah kecelakaan sebanyak 180 kejadian, meninggal dunia sebanyak 26 orang, luka berat sebanyak 28 orang, luka ringan sebanyak 108 orang. Adapun kerugian materiel sebesar Rp 167.050.000.

4. Polda DIY jumlah kecelakaan sebanyak 91 kejadian, meninggal dunia sebanyak 12 orang, luka berat nihil, luka ringan sebanyak 124 orang. Adapun, kerugian materiel sebesar Rp 140.950.000.

5. Polda Metro Jaya jumlah kecelakaan sebanyak 73 kejadian, meninggal dunia sebanyak 10 orang, luka berat sebanyak 18 orang, luka ringan 61 orang. Adapun kerugian materiel sebesar Rp 177.200.000.

(jbr/jbr)